Jawabannya pasti tidak..dan sama skali tidak…banyak binatang yang memiliki sikap lebih baik dari manusia….
Jika demikian, apa yang membuat manusia itu menjadi manusia dan tidak dilihat seperti binatang berkaki dua yang bisa bicara dan bisa bekerja?....
Ada “Ruh” yang dibenamkan dalam diri kita yang membuat kita menjadi berbeda …
“Ruh” yang ditiupkan oleh Sang Maha Pencipta, yang membuat manusia menjadi berbeda dengan binatang…..
“Ruh” yang berfungsi seperti “simcard” pada ponsel, yang dapat menerima sinyal Ketuhanan dari sang Khaliq kapanpun, dimanapun tanpa “blank spot”….
“Ruh” yang kekal yang secara terus menerus terhubung dengan Yang Maha Esa baik kita sadar maupun tidak, kita meminta ataupun tidak……”Ruh” tanpa abonemen, tanpa roming, tanpa error, bukan prabayar maupun pascabayar, lebih cepat dari koneksi internet dimanapun….
“Ruh” yang mendasari kita untuk menerima sinyal kebaikan, sinyal Ketuhanan, sinyal keihlasan dll….
Nah tergantung sejauh mana kita memanfaatkan “Ruh” itu sebaik mungkin, maka itu akan membuat manusia menjadi semakin memiliki sifat ketuhanan…..dan membuat semakin berbeda dengan binatang…
Kemudian ada pertanyaan, kenapa ada orang yang mengenal Tuhan tetapi bersikap jauh dari nilai “Ketuhanan” disisi lain ada orang yang tidak mengenal Tuhan tetapi bersikap sangat baik? Apakah berarti orang bisa berbuat baik tanpa melibatkan Tuhan?
Pertanyaan kemudian saya balik, apakah binatang yang tidak beragama dan tidak mengenal Tuhan tidak bisa berbuat baik? Apakah kalo binatang tidak mengenal Tuhan kemudian Tuhan tidak memberi kemampuan kepada binatang untuk berbuat “mulia”?....
Apakah kemudian jika manusia atau binatang tidak mengakui keberadaan Tuhan kemudian Tuhan akan serta merta meninggalkan mereka?mengabaikan mereka? ….kemudian apakah Tuhan menjadi tidak ada ketika manusia tidak mengakuinya?...