Kemaren, 17 Januari 2022 , saya dikejutkan dengan puisi-puisi manis karya para sahabat sebagai hadiah ulang tahun saya. Kaget, bahagia, berlimpah rasanya.
Saya kira ulang tahun saya akan lewat begitu saja tanpa ada yang ingat. Dhuh pagi-pagi saya sudah menyebarkan virus baper ya. Hehe. Maafkan ya teman-teman.
Sebenarmya pada hari H ulang tahun, saya sudah membuat puisi untuk diri sendiri. Namun mungkin tersamar karena setiap hari memang ada puisi tayang di akun saya.Â
Hanya kemaren saja saya merasa tidak ada mood menulis di akun sendiri.
Mbak Dewi Leyly, sahabat yang sudah saya kenal lama sejak di kampus. Kami satu almamater. Kesibukannya tak membuatnya lupa memberiku sebuah kado manis berupa puisi. Terima kasih banyak Mbak Dewi untuk karya puisi indahnya.Â
Meski sibuk, Mbak Dewi masih menyempatkan diri berpuisi untukku. Bahkan sampai ditulis dalam puisi bahwa saya sebagai sahabat kesayangan. Melambung rasanya. Thanks a lot ya Mbak.Â
Saya ucapkan terima kasih untuk semua sahabat penulis di group tersebut atas ucapannya buat saya kemaren ya. It means a lot to me.
Tak berapa lama kemudian, ternyata mbak Ayu Diahastuti juga membuat karya puisi untukku. Sebuah puisi manis yang indah. Rasanya mbak Ayu "too much" menggambarkan tentang saya sebagai berhati surga.Â
 Puisinya sangat apik dalam menggambarkan diri saya, padahal saya sadari banyak kekurangan loh.
Puisi dari mbak Ayu membuat foto saya nampang di kategori terpopuler umum dan NT urutan 1 pagi ini. Padahal tulisan saya sendiri jarang-jarang bisa masuk terpopuler umum. Seru juga melihatnya.
Mbak Ayu dan Mbak Dewi sangat menginspirasi puisinya. Terima kasih banyak ya. Kalian berdua sudah memberi hadiah yang luar biasa di hari ulang tahunku.
Bahkan mbak Nazar membuat video musikalisasi atas puisi untuk ultah saya itu. Bisa di lihat di videonya ya. Puisi ini mengharukan dan membuat saya ingin menitikan air mata. Sebuah refleksi yang baik untuk melewati hari istimewa ini.
Thank you very much mbak Nazar, kita sahabat selamanya ya. Amin dan semoga.
Sukacita saya bertambah lagi saat ada seorang teman baik di Kompasiana kembali menambahkan 1 karyanya dibuat khusus buat saya. Kami sudah berteman lama di Kompasiana. Saling memberi semangat dan inspirasi.Â
Siapa lagi kalau bukan bu Lesterina Purba. Saya memanggilnya Bu Ester.Â
Puisi keempat saya dapatkan dari Bu Ester. Rasa ini luar biasa. Persahabatan di Kompasiana hingga kini masih terus saling memberi semangat dalam dunia literasi.Â
Bahagia ketika mendapat hadiah manis berupa puisi di hari istimewa buat saya. Terima kasih Bu Ester.
Mbak Dewi, Mbak Ayu, Mbak Nazar, dan Bu Ester memberikan karya puisinya dengan tulus. Saya tidak meminta dengan khusus untuk dibuatkan puisi sebagai kado. Jujur saya justru awalnya bermaksud diam-diam saja tidak menginformasikan pada mereka kalau saya berulang tahun bulan Januari 2022.Â
Karya mereka telah menjadi karya favorit di hati saya. Ini akan menjadi kenangan manis di sepanjang hidup saya. Kasih di antara para sahabat penulis. Meski tak ada kue ulang tahun seperti yang ditanyakan kakak saya dari rumah, namun ada kebahagiaan tersendiri bagi saya di hari istimewa yang baru saja terlewati.Â
Artikel bahagia ini, karya ke-1.991 saya tulis sebagai ucapan terima kasih untuk semua sahabat kompasianer juga yang sudah menyempatkan diri berkomentar di 4 karya puisi teman-teman saya.Â
Setiap ucapan selamat ulang tahun yang ditujukan buat saya sangat berarti untuk saya.
Maafkan jika ada komentar ucapan selamat ulang tahun yang terlewat belum saya balas.Â
Gadis penyuka bunga ini sangat bahagia dan berterima kasih secara tulus dari hati untuk segala kebaikan teman-teman di Kompasiana ini.Â
Salam kebersamaan dalam literasi
.....
Written by Ari Budiyanti
18 Januari 2021
45-1.991
Baca juga puisi untuk diriku sendiri di hari bahagia bulan Januari 2022:
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI