Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.888 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 17-07-2024 dengan 2.280 highlight, 17 headline, dan 109.421 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Terpadu Tersatukan

8 Desember 2018   05:11 Diperbarui: 8 Desember 2018   05:15 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Keterpaduan

Dua warna ini menyatu
Bukan menjadi satu
Namun dalam wadah yang satu
Yaitu bunga bugenvil

Mengapa bisa begitu
Bila awalnya mereka dua
Namun tersatukan
Dalam satu tanaman yang sama

Itulah manusia
Dengan segala keahliannya mampu
Bila untuk mengembangkan hal baik
Bila untuk menyatukan yang dua

Siapakah Pemberi hikmat
Yang membuat manusia
Menggunakan akal budinya
Untuk menghasilkan hal baik?
Pastilah lebih bijaksana dan lebih berkuasa
Tentu saja Dia sang Pemberi
Sang Maha Kuasa
Sang Khalik

Perbedaan yang ada untuk diperpadukan
Menjaga kesatuan dalam ikatan
Yang membawa ketenangan hidup berdampingan

Ditulis oleh

Ari Budiyanti

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun