Mohon tunggu...
Arfiani Yulianti Fiyul
Arfiani Yulianti Fiyul Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Indonesia

Tingkatkan Keterampilan Menulis Belajar Sepanjang Hayat

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Minuman Kacang Hijau

29 Desember 2023   08:51 Diperbarui: 29 Desember 2023   08:54 124
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.gotravelly.com/

Minuman Kacang Hijau

Oleh: Arfiani Yulianti Fiyul

Hari Jumat adalah hari yang paling ditunggu oleh Mang Ujang dan Mang Karna, dua tukang sampah yang setia mengangkut sampah dari setiap rumah di kompleks kami.

Mereka bukan hanya tukang sampah biasa, tetapi juga teman akrab bagi setiap penghuni kompleks, termasuk rumahku.

Setiap kali mereka mampir di rumahku, aku selalu menyambut mereka dengan senyuman dan segelas minuman kacang hijau yang hangat.

Mang Ujang dan Mang Karna senang sekali dengan minuman kacang hijau yang aku sediakan. Mereka yakin bahwa minuman itu memberikan tambahan tenaga yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas berat mereka setiap hari.

Suasana berbeda tercipta di hari Jumat. Sementara mereka sibuk mengangkut sampah, aku sibuk menyiapkan minuman kacang hijau yang spesial. Mang Ujang dan Mang Karna tiba di depan rumah ku dengan senyuman lebar di wajah mereka.

"Selamat pagi, Kak!" sapa Mang Ujang sambil mengangkat topi sapu tangan yang selalu menemaninya.

"Selamat pagi, Mang Ujang, Mang Karna! Minuman kacang hijau hangat sudah siap nih," sambut ku ramah.

Aku memberikan secangkir minuman kacang hijau kepada masing-masing dari mereka. Mereka menerima dengan penuh rasa syukur.

"Makasih banyak, Kak! Minuman ini bener-bener jadi penambah tenaga buat kami," ujar Mang Karna sambil menyeruput minuman dengan nikmat.

"Hmm, enak banget! Terima kasih, Kak. Kami senang sekali setiap kali mampir ke sini," tambah Mang Ujang sambil tersenyum.

Mereka melanjutkan pekerjaan mereka dengan semangat yang baru setelah menikmati minuman kacang hijau yang aku sediakan.

Sementara mereka melanjutkan perjalanan mereka, aku melihat senyuman bahagia di wajah mereka.

Aku merasa puas bisa memberikan sedikit keceriaan kepada mereka yang melakukan pekerjaan berat setiap hari.

Seiring berjalannya waktu, tradisi memberikan minuman kacang hijau setiap Jumat menjadi sesuatu yang dinantikan oleh Mang Ujang dan Mang Karna.

Kehangatan dan keakraban di antara kami semakin terjalin, menjadi bukti bahwa kebaikan sederhana seperti ini bisa membawa kebahagiaan kepada siapa pun, termasuk dua tukang sampah yang setia melayani kompleks kami.

Cimahi, 29 Desember 2023

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun