Terdapat dua orientasi bisnis lainnya, selain orientasi produksi yaitu orientasi penjualan dan orientasi konsumen. Yang pertama, orientasi penjualan adalah Suatu konsep yang beranggapan bahwa jika dibiarkan saja maka konsumen tidak akan membeli banyak produk dari perusahaan, untuk itu upaya penjualan dan promosi yang agresif perlu dilakukan. Implementasi Kebun Q-Ta akan konsep ini yaitu melakukan upaya pemasaran secara offline dan online melalui grup Whatsapp seperti grup UMKM dan story Whatsapp.
Orientasi selanjutnya yaitu orientasi konsumen yang berarti, bisnis yang berorientasi pada pelanggan, menempatkan pelanggan pada pusat upaya pemasarannya. Kebun Q-Ta berupaya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperhatikan kepuasan konsumen sebagai hal yang utama. Orientasi pada konsumen ini diwujudkan dengan upaya untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Aspek lain yang dianalisis pada proposal adalah segmentasi pasar. Segmentasi pasar terdiri dari tiga kategori yaitu Memenuhi Semua Kelompok, Yang Dipenuhi Hanya Sebagian, dan Konsumen Dianggap Sama/Tidak Dikelompokkan. Berdasarkan pengelompokkan tersebut, kebun Q-Ta tergolong dalam kategori segmentasi “Yang Dipenuhi Hanya Sebagian” yaitu para pelaku usaha yang meliputi warung bebek, warung kambing, warung sate, dan ADA Fatmawati.
Memiliki pelaku usaha sebagai pasar merupakan suatu hal yang efektif karena selain menghemat biaya pemasaran dan operasi, jumlah selada yang diminta dapat dikatakan sebanding dengan kemungkinan jumlah permintaan pasar konsumen rumah tangga karena pada hakikatnya jumlah permintaan selada pelaku usaha, berasal dari pelanggan yang merupakan konsumen rumah tangga.
Walau begitu, pada dasarnya kebun Q-Ta dapat memenuhi segmentasi “Memenuhi Semua Kelompok” jika dilakukan ekspansi bisnis yang mencakup aspek pemasaran, operasi, dan keuangan.
Isi dari proposal yang dibuat terdiri dari Latar Belakang, Pembahasan (Jumlah Pesaing Dari Lini Industri, Kemungkinan Pendatang Baru, Orientasi Bisnis, Daya Saing Produk, Segmentasi Pasar, Analisis SWOT, Keberlanjutan), dan Penutup.
Setelah mahasiswa memberi penjelasan isi proposal dan berdiskusi bersama, Bu Giri berkata akan mempertimbangkan beberapa hal seperti berencana untuk membuat website untuk memperkuat strategi pemasaran dan melakukan upaya lebih dalam pencegahan hama.
Selain itu, Bu Giri menjadi lebih memahami keunggulan kompetitif yang dimiliki Kebun Q-Ta sehingga akan berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkannya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H