Naik turunnya jumlah penderita termasuk yang reaktif dan meninggal karena pandemic Covid-19 di negeri kita masih sangat mengkhawatirkan. Sekali pun banyak usaha yang dilakukan pemerintah dan komunitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.Â
Di masa hidup dalam kenormalan baru dengan #jagajarak, #hindarikerumunan, dan #memakaimasker juga sudah diupayakan sekalipun masih saja ada sekelompok orang yang agak bebal dengan mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020 mulai jam 1 siang hingga jam 3 siang di Sanggar Pasembahan Vihara Paramitha Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang diadakan sosialisasi memasuki hidup dalam kenormalan baru yang disampaikan oleh Bu Retno K, M.Kes Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Ibu yang cantik dan familiar ini sangat menarik perhatian dalam menjelaskan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan Covid-19.Â
Didampingi dua orang stafnya yang lincah, pemaparan menggunakan alat peraga LCD serta menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa krama madya (agak halus) menjadi mudah diterima dan dipahami oleh umat Buddha Jawa Sanyata yang baru saja selesai mengadakan ritual puja bhakti setiap rabu. Apalagi kadang diselingi guyonan dan sedikit sentilan membuat para peserta terkekeh dan mengamini setiap retorika yang disampaikan. Seperti kala menyampaikan sembilan upaya mencegah Covid-19 maka setiap orang harus:
- makan bergizi sesuai usia,
- rajin melakukan aktifitas fisik,
- berjemur paling tidak selama 15 menit sehari,
- istirahat cukup,
- tidak merokok,
- menambah suplemen jika diperlukan,
- kendalikan penyakit penyerta seperti DM, hipertensi, dan jantung.
- tidak takut. Â
Artinya: "Saya percaya, semua sehat wal afiat tak akan terserang Covid-19 karena makannya selalu bergizi, senang berjalan dari rumah ke kebun sekali pun terik. Ini kan seperti berjemur. Sore pulang langsung mandi dilanjutkan menghangatkan diri di perapian sambil makan kemudian tidur karena dingin sekali sehingga jarang sakit dan banyak anak."
Sambutan gelak tawa pun menyeruak dari masyarakat pegunungan yang lugu dan sederhana ini. Pemaparan yang gayeng dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti menjadi tak membosankan sekalipun memakan waktu sekitar 45 menit.
Bantuan tentu saja semakin membuat umat Buddha Jawa Sanyata semakin senang karena pada pagi hari setelah mengadakan puja bhakti rutin setiap Rabu, mereka mendapat kunjungan insidental dari Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.Â
Kunjungan dengan tujuan pembinaan ini mendapat sambutan hangat dari sekitar 300 umat yang datang dengan kerendahan hati serta merasa gembira karena setiap warga yang hadir mendapat bingkisan yang berisi 2 sachet vitamin C, 1 masker scuba, dan 1 botol handsanitizer.