Mohon tunggu...
Maria Margaretha
Maria Margaretha Mohon Tunggu... Guru - Guru SD. Blogger.

Teaching 1...2...3. Knowledge is a power. Long Life Learner

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Inspirasi Andrea Bocelli dalam Film The Music of Silence

20 Mei 2020   14:30 Diperbarui: 20 Mei 2020   14:55 405
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : https://mola.tv/

Film ini adalah adaptasi dari novel tahun 1999 yang ditulis langsung oleh Andrea Bocelli mengenai kehidupan masa kecilnya hingga puncak kejayaan kariernya. Film ini berdasarkan kisah nyata, meskipun karakter utama di film ini digambarkan dengan alter ego bernama Amos Bardi (Toby Sebastian).

The Music of Silence merupakan film yang bergenre biografi dan musik yang dirilis pada 2 Februari 2018 di Amerika Serikat, berdasarkan memoar dari Andrea Bocelli.  Film besutan sutradara Michael Radford ini dibintangi oleh beberapa bintang besar seperti Antonio Banderas, Jordi Molla, Toby Sebastian, Luisa Ranieri, Paola Lavini, Alessandro Sperduti, dan lainnya.

Film ini bercerita tentang Amos Bardi yang lahir di sebuah desa kecil di Tuscany, yang pada masa kanak-kanak ia didiagnosis menderita glaukoma okular sejenis ganggguan penglihatan. Amos menghabiskan tahun-tahun sekolah pertamanya di sebuah institut khusus tuna netra. 

Bakat vokal Amos memang sudah diakui oleh seorang gurunya ketika dia masih anak-anak. Sebuah kecelakaan ketika bermain bola menyebabkannya buta. Pamannya berhasil menemukan bakatnya dalam bernyanyi opera. Kegagalan Amos menyanyikan Ave Maria dalam sebuah acara pernikahan membuat Amos memilih menjadi pengacara.

Ketika Bardi menyadari... Sumber : https://mola.tv/
Ketika Bardi menyadari... Sumber : https://mola.tv/
Tumbuh besar, Amos pun memutuskan untuk mengambil sekolah hukum, meskipun ia tetap menghabiskan bertahun-tahun bernyanyi di sebuah bar kecil. Karier musiknya pun kembali ketika ia diperkenalkan dengan "The Maestro" (Antonio Banderas), seorang mentor yang melatihnya dengan keras hingga bakat Amos menjadi semakin terasah.

Meskipun kerap dihantui oleh rasa putus asa, namun ia tetap terdorong oleh sebuah mimpi besar. Namun dalam mengejar cita-citanya, banyak halangan yang harus Amos lewati.

Perjuangan, kerja keras dan dedikasinya untuk melawan segala rintangan pun berhasil membawanya untuk mewujudkan ambisinya, yaitu menjadi salah satu penyanyi opera paling terkenal di dunia.

Film The Music of Silence ini berdurasi 1 jam 54 menit. Namun sama sekali tidak membosankan. Saya turut terbawa dalam alur cerita film ini. Beberapa kali saya nyaris menangis terharu. Suara indah Toby Sebastian, aktor berusia 28 tahun ini juga menghibur.

Walaupun saya tidak akrab dengan genre musik Andrea Bocelli namun tak urung saya mengagumi perjuangannya yang dituturkan tertata dalam film ini.

Dialog yang tersusun dalam film ini juga membuat saya terinspirasi. Bagaimana tidak? Ada bebarapa kalimat memukau yang saya catat.

"Bernyanyilah sehingga kau tak bisa mendengar suaramu" adalah kalimat paman Amos Bardi.

Sumber : https://mola.tv/
Sumber : https://mola.tv/
"Elite masa depan tak mengandalkan pertolongan orang lain" kalimat guru Bardi terkesan jahat, namun itulah kenyataan.

 "Penyanyi sebelum pertunjukan harus tetap dalam keadaan hening yang absolut, Tetapi setelah kau belajar bagaimana tak membutuhkan kata-kata kau akan merasakan suara napasmu sendiri" kalimat maestro, pelatih Bardi merupakan suatu filosofi yang mendalam dari keheningan karya musikal.

 "Keheningan musikal akan menjadi penuntunmu untuk melewati bagian terdalam dirimu" menjadi kalimat favorit saya yang diucapkan sang maestro, yang membawa saya pada kesenangan bagaimana kerapkali, saat saya dalam pergulatan emosi, music adalah penuntun pikiran saya dalam ketenangan.

 Karena daya tarik film ini, saya sampai mencari tahu secara khusus tentang Andrea Bocelli. Andrea Bocelli merupakan penyanyi pop tenor tuna netra berkebangsaan Italia.

 Suara khas Italia yang lembut sudah memukau sejak usia 14 tahun, tepat seperti cerita dalam film The Music of Silence ini. Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah, ternyata Andrea Bocelli ini pernah berkolaborasi dengan Celinne Dion dalam lagu The Prayer, lagu favorit saya.

 Eh, kalau kalian nanya, nonton di mana? Ini dia penjelasanku

 Jadi, aku tuh download aplikasi Mola TV. Dalam aplikasi ini ada Mola TV Movies.

 Mola TV merupakan saluran dan layanan multiplatform televisi kabel, IPTV, dan video on-demand-over-the-top di Indonesia dan Timor Leste yang dimiliki dan dioperasikan oleh GVM Networks.  

 Ada berbagai film pada chanel ini, baik dewasa maupun anak-anak. Tayangan dewasa meliputi sejumlah bincang santai yang saya sempat akses dengan mantan menteri Susi, juga dengan comedian Ernest Prakasa. Sementara film anak anak ada yang bermuatan edukasi maupun film anak biasa.

Di dalamnya juga ada siaran olahraga.

Bayar ngga sih? 

Saat ini sih, Mola TV bisa diakses dengan memberikan donasi untuk Corona dalam berbagai nominal. Asyik kan? Mau nonton? Download deh Mola TV.

Kembali ke Film The Music of Silence, seperti biasa saya ingin bertutur mengenai hal menarik yang saya pelajari di film ini. 

  1. Kadang kala, hidup tidak berjalan sesuai harapan saya. Bagaimana saya bisa mengadaptasi keadaan dalam kehidupan yang berlawanan dengan harapan adalah dengan dukungan kawan yang baik. Dalam film The Music of Silence dikisahkan Bardi mempunyai kawan baik yang mendukungnya, dan keluarga seperti pamannya yang memberi semangat dan memicu potensinya. Komunitas adalah kunci kita bertahan kala situasi tak sesuai harapan kita, saudara. 
  2. Penantian itu tidak selamanya buruk. Masa-masa Bardi menunggu undangan kolaborasi yang tidak segera dilaksanakan itu saya yakin menyebabkan frustasi, tetapi kesabaran menanti itu membuat Bardi akhirnya berhasil menjadi penyanyi terkenal.
  3. Saya terkesan dengan Elena (Nadir Caselli yang berperan sebagai istri Bardi) yang dengan sabar menemani Bardi hingga menjadi penyanyi terkenal. Bagaimana wajah cemburu yang sempat saya tangkap dalam film itu membuat saya tergelak. Namun juga bagaimana ia memberikan tanda tangan Bardi saat mau naik kereta. Uhuy... menarik.

Jadi, dari semua uraian di atas, berapa score yang saya berikan untuk film ini? 8/10

Musiknya bagus, aktingnya mendalam, dan saya suka pemandangan disekitar rumah Bardi di masa kecil. Nonton yuk, di Mola TV Movies ya.

Salam Edukasi

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun