Indonesia merupakan negara yang hingga saat ini masih belum bebas dari adanya kasus kekerasan seksual. Meskipun Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah disahkan dengan tujuan untuk mengatur mengenai tindak pidana khusus yaitu tindak pidana kekerasan seksual sejak 12 April 2022, akan tetapi hingga saat ini masih banyak terjadi peristiwa kasus kekerasan seksual. Berdasarkan laporan data terbaru kasus kekerasan pada tahun 2024 dari Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) yang berada di bawah naungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, jenis kekerasan yang paling banyak dialami oleh korban adalah kekerasan seksual, dengan jumlah 3.624 kejadian dari total keseluruhan 10.513 kejadian kekerasan di Indonesia.
Menurut Kemendikbudristek, kekerasan seksual adalah setiap perbuatan yang merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena adanya ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal. Komnas Perempuan telah menemukan sejumlah 15 bentuk kekerasan seksual dari tahun 1998-2013, yaitu:
1. Perkosaan
2. Intimidasi Seksual termasuk Ancaman atau Percobaan Perkosaan
4. Eksploitasi Seksual
5. Perdagangan Perempuan untuk Tujuan Seksual
6. Prostitusi Paksa
7. Perbudakan Seksual
8. Pemaksaan Perkawinan, termasuk Cerai Gantung
9. Pemaksaan Kehamilan