Ceria dan bahagia. Itulah dua kata yang pas untuk menggambarkan suasana di Hari Minggu 15 Desember 2024 di area Gedung Sate Bandung. Kenapa? Karena Kontes Anggrek Jawa Barat berhasil digelar di Sabtu -- Minggu 14 -- 15 Desember 2024. Ini adalah perhelatan kontes anggrek pertama yang digelar oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Barat.
Kontes Anggrek tidak digelar sendiri namun merupakan bagian dari kegiatan Healthy Culture Run. Jadi selain Kontes Anggrek, dalam Healthy Culture Run digelar juga pameran produk hortikultura (sayuran, buah dan lain-lain) dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, pasar tani, promosi bawang dan cabe dengan harga petani, lomba poster, lomba kabaret, panggung seni dan Festival Durian.
Uniknya Healthy Culture Run sendiri jika dipelesetkan mendekati kata HORTIKULTURA. Memang kegiatan ini mengharapkan agar masyarakat bisa sehat dengan berolahraga/berlari dan membiasakan mengkonsumsi produk hortikultura (sayur dan buah-buahan) serta menjadi tambah sehat melihat indahnya warna warni anggrek.
Pada kegiatan Kontes Anggrek ini tercatat kepesertaan 101 tanaman anggrek (52 anggrek spesies dan 49 anggrek hibrid) dari 30 orang peserta. Â Pesertanya tidak hanya orang Bandung, tetapi juga dari Bogor, Pangandaran, Bandung Barat dan Cianjur. Jadi masing-masing tidak hanya membawa 1 tanaman tapi ada juga yang membawa sampai lebih dari 10 tanaman.
Semuanya cantik-cantik dari yang berukuran mini sampai anggrek berukuran besar. Orang awam yang tidak paham anggrek akan menilai bahwa semua anggrek peserta kontes cantik dan pasti sulit untuk bisa menentukan pemenangnya. Untuk itu dalam kontes kali ini dipilih juri yang sudah memiliki banyak pengalaman yaitu Pak Romiyadi, Pak Kiki Hendarsyah dan Kang Iga.
Setelah melalui penjurian di Hari Sabtu 14 Desember 2024, di Hari Minggu 15 Desember 2024 diumumkanlah para juaranya. Ada Best of Show, Best of Hybrid, Best of Spesies, Best of Section. Jadi 1 anggrek bisa mendapat beberapa penghargaan lho, saya sendiri tidak terlalu paham, maafkan ya tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Bagi saya semua anggrek yang ikut serta semuanya juara.
Hasil penjurian memutuskan pemenangnya adalah Kang Wahyu dengan anggrek spesiesnya (mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta) dan Bu Maria dengan anggrek hibridnya (mendapatkan uang pembinaan Rp 3 juta).
Anggrek peserta baik yang juara maupun yang tidak, semua dipamerkan di halaman depan Gedung Sate. Sempet deg-degan karena angin berhembus cukup kencang menerpa stand pameran anggrek. Bisa dibayangkan jika anggrek-anggrek juara rusak maka panitia harus memberi ganti rugi. Untung saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kontes Anggrek ini direncanakan bisa digelar setiap tahun dan menjadi event tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bisa diikuti oleh kolektor anggrek se Indonesia. Targetnya sih bisa menyaingi event serupa yang digelar Kota Batu Provinsi Jawa Timur dengan hadiah yang lebih banyak tentunya.
Bagi pengurus DPD PAI Jawa Barat , Kontes Anggrek yang berhasil digelar berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat (khususnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulura) memberi kesan luar biasa. Sebagai komunitas merasakan memiliki "BAPAK" yang mengayomi dan memberi semangat untuk bersama-sama memajukan dunia peranggrekan Jawa Barat. Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H