Mohon tunggu...
A. Anindita
A. Anindita Mohon Tunggu... Bankir - Karyawan Swasta

Perempuan dua puluhan, menulis secara amatiran

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Mencicipi Teater Imersif di Resto and Bar Jakarta

6 Mei 2019   18:30 Diperbarui: 6 Mei 2019   18:57 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Chicken Namban ini adalah salahsatu menu asian tapas, isinya ayam karage dengan tartar sauce di atasnya serta taburan daun bawang yang diiris tipis di atasnya. Rasa ayamnya juicy, menurut kesotoylogy-an saya, saya tebak ayamnya dimarinasi menggunakan jahe dan saus tiram terlebih dahulu. Baik jahe maupun saus tiramnya, tidak ada yang dominan, rasanya seimbang. 

Tepungnya juara, crispy tapi nggak keras, mungkin ada campuran baking sodanya. Yang dimaksud tartar sauce di sini mungkin maksudnya mayonnaise, cukup enak, karena mayonnaisenya tidak terlalu tebal atau encer, konsistensinya bagus, rasanya agak asam, cocok kok dimakan bersamaan dengan ayam dan daun bawang. 

Untuk ice ochanya agak strong, size gelasnya lumayan besar juga, kalau kurang bisa minta refill. Waiternya helpful dan care sama customer, sebab sebelum pesan masnya ada bantu saya pilih menu, dan ketika saya menuang banyak bubuk cabai ke atas ayamnya, masnya menawarkan apakah mau diambilkan saus sambal atau tidak. Pantas kok kalau pricey (buat saya ya), tapi saya berpegang teguh sama prinsip kalau saya merasa kemahalan itu artinya target pasar mereka bukan saya. Oke, saya lapang dada menerimanya.

Selesai makan, saya buru-buru ke lantai dua, sebab pertunjukkannya di sana. Sistemnya adalah siapa yang datang duluan, dia yang dapat tempat, selain itu bisa berdiri selama pertunjukkan berlangsung. Ta-da, tahu-tahu ruangannya sudah penuh. Sempat terbesit rasa penyesalan, buat apa datang awal kalau pada akhirnya tidak dapat tempat, duh! Saya yang masih menerka-nerka berapa lama durasi pertunjukkannya (ya, selain sembunyi judul, mereka juga nggak kasih tau penonton detail acaranya) berpikir lumayan juga kalau sepanjang acara berdiri.

Setelah muter sana-sini, akhirnya saya dapat tempat, pas banget sisa satu kursi, tapi nggak strategis banget, ada pilar yang nutupin. Mau saya manyun pun juga nggak bisa memutar waktu, oke terima saja seloroh saya dalam hati. Karena penuh, saya pun berbagi meja dengan tiga orang lainnya. Ruangannya smoking area, jadi siapapun bisa nyebats, bebas.

Dan saat yang dinanti pun tiba, saya nonton juga nih teater imersif. Ruangan digelapkan dan diset dengan menyisakan ruang kecil untuk para pemain blocking di bagian tengah, tapi tenang aja pemainnya mencar-mencar kok nanti. Total ada 4 pemain dalam lakon yang dibawakan pada malam itu.

Detente, bercerita tentang dua pasang suami-istri kelas menengah ke atas yang bertemu dan saling bicara mengenai konflik yang terjadi dengan anak mereka masing-masing. Pasangan pertama yaitu Renata dan Rama, yang punya anak lelaki bernama Rangga terbukti memukul Dewanda anak lelaki dari pasangan kedua yaitu Nadya dan Damar, yang membuat dua gigi Damar hilang.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Perkara dua gigi hilang yang awalnya masih dibicarakan on track, berubah menjadi percakapan personal diantara kedua pasangan suami-istri tersebut. Guyonan segar tersaji dari beberapa adegan seperti mencicipi cake dari bahan yang nggak lazim, lempar-lemparan tas Chanel, muntah-muntah sambil lari ke toilet, bolak-balik minum sake dan whiskey (kalau saya nggak salah ingat), sampai minta dituangkan minuman dari penonton. Kebetulan minum saya cuma ice ocha, jadi mungkin pemainnya nggak minat minta hehe.

Saya suka banget sih dengan penampilan pemainnya, aktingnya keren. Jujur saya sempat nggak bisa bedain waktu pemainnya ngobrol sama salahseorang penonton, itu beneran mereka saling kenal atau memang bagian dari pertunjukkan aja. Membaur dan tanpa penghalang pokoknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun