Mohon tunggu...
Anisa Aulia
Anisa Aulia Mohon Tunggu... Mahasiswa - IAIN Palangkaraya

Akun pertama : Pengaruh Kenaikan Harga Daging terhadap Pola Konsumsi https://www.kompasiana.com/anisaaulia4463/6450ef804addee49087639d2/pengaruh-kenaikan-harga-daging-terhadap-pola-konsumsi?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Selanjutnya

Tutup

Financial

Dampak Inflasi terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

5 Juli 2023   12:48 Diperbarui: 5 Juli 2023   12:51 149
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akhir-akhir ini banyak sekali pembahasan mengenai inflasi di masyarakat, tentu kita tidak asing lagi dengan inflasi. Inflasi sendiri merupakan suatu proses dimana harga-harga secara umum dan terus meningkat. Kenaikan harga satu atau dua produk saja tidak dapat disebut inflasi kecuali jika kenaikan tersebut tersebar luas (atau menyebabkan kenaikan harga) pada produk lain. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan menurunnya nilai mata uang yang konstan.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Indonesia akan mencapai 5,51% sepanjang tahun 2022. Nilai tersebut merupakan rekor inflasi tertinggi dalam 8 tahun terakhir, seperti terlihat pada grafik.

Direktur BPS Margo Yuwono mengumumkan inflasi tertinggi pada tahun 2022 terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 15,26% dan menyumbang 1,84%.

Kemudian, kelompok pengeluaran perawatan pribadi mencatatkan inflasi sebesar 5,91% dengan porsi 0,37%; kelompok makanan, minuman dan tembakau 5,83% dengan pangsa 1,51%; dan kelompok pengeluaran makan/restoran 4,49% dengan porsi 0,4%.

Sementara itu, kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,36% dengan pangsa 0,02%. "Dari 90 kota yang disurvei BPS, Kotabaru mencatat inflasi tertinggi sebesar 8,65 persen dan Sorong terendah sebesar 3,26 persen tahun lalu," kata Margo Yuwono dalam siaran pers, Senin (1 Februari 2023).

Di bawah ini rincian kenaikan harga atau tingkat inflasi tahunan pada tahun 2022 menurut kelompok pengeluaran yaitu:  

  • Januari 2022: Terjadi kelangkaan minyak goreng dan diberlakukan kebijakan harga minyak goreng.
  • April 2022: Kenaikan harga avtur menaikkan harga angkutan udara.
  • Mei 2022: Dengan dimulainya Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan meningkat, yang menyebabkan kenaikan harga pangan.
  • Juni 2022: Anomali cuaca yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan gagal panen pada beberapa produk hortikultura dan memicu kenaikan harga.
  • September 2022: Pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite 30,72%, Solar naik 32,04%, dan Pertamax naik 16%.
  • Desember 2022: Libur sekolah, perayaan Natal 2022, dan Tahun Baru 2023 menaikkan harga sembako dan barang transportasi.  

Pemerintah pusat dan daerah mengatakan telah bekerja sama untuk menurunkan tingkat inflasi melalui program-program berikut:  

  • Tender operasi pemasaran.
  • Inspeksi pasar dan pedagang untuk memastikan tidak ada penahanan stok barang.
  • Kolaborasi dengan area produksi mentah untuk memastikan kelancaran pengiriman.
  • Memahami biaya tak terduga.
  • Mengucurkan dukungan APBD untuk sektor transportasi.

Selain itu, untuk meredam inflasi pada 2022, Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebanyak lima kali. Peningkatan keseluruhan sebesar 200 basis poin (bps) hingga BI7DRR mencapai level 5,5% pada akhir tahun 2022. 

Dampak Inflasi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Inflasi yang meningkat berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat karena ketika inflasi meningkat, kesejahteraan terganggu sehingga daya beli masyarakat menurun. Pendapatan riil terus menurun karena inflasi yang tinggi. Jika demikian, maka taraf hidup masyarakat akan turun dan pada akhirnya setiap orang, terutama yang miskin, akan semakin miskin. Inflasi yang tidak stabil menimbulkan ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pelaku ekonomi. 

"Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang fluktuatif membuat masyarakat sulit menerimanya Keputusan tentang konsumsi, investasi dan produksi, yang pada gilirannya memperlambat pertumbuhan ekonomi," tulis Bank Indonesia. Selain itu, inflasi domestik lebih tinggi dari inflasi negara tetangga, maka akan menyebabkan tingkat bunga riil domestik dianggap tidak kompetitif, keadaan ini bisa mengakibatkan devaluasi rupiah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun