Individu dianggap bertindak secara rasional, berusaha memaksimalkan utilitas (kepuasan) dalam konsumsi dan keuntungan dalam produksi. Keputusan diambil berdasarkan analisis biaya dan manfaat.
*Preferensi
Preferensi merujuk pada cara individu atau konsumen memilih antara berbagai alternatif berdasarkan selera dan preferensi mereka. Prinsip ini mengasumsikan bahwa konsumen memiliki preferensi yang terurut, artinya mereka dapat menentukan pilihan mana yang lebih disukai dibandingkan yang lain. Preferensi ini seringkali digambarkan dalam bentuk kurva indiferens, yang menunjukkan kombinasi barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama kepada konsumen.
*Optimalisasi
Optimalisasi berkaitan dengan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk mencapai hasil terbaik dalam keterbatasan tertentu. Dalam konteks ekonomi, ini seringkali berarti memaksimalkan utilitas (kepuasan) bagi konsumen atau memaksimalkan keuntungan bagi produsen, dengan mempertimbangkan batasan anggaran, sumber daya, atau biaya.Â
Contoh optimalisasi ini bisa dilihat dalam teori perilaku konsumen, di mana konsumen memilih kombinasi barang yang memaksimalkan kepuasan mereka dalam batasan anggaran yang ada.
*Keseimbangan pasar
Pasar cenderung menuju keseimbangan, di mana tidak ada tekanan untuk mengubah harga. Jika ada kekurangan atau kelebihan pasokan, mekanisme pasar akan menyesuaikan harga untuk mencapai keseimbangan.
Pemikiran Ekonomi Neoklasik
Ekonomi neoklasik berfokus pada analisis perilaku individu dan pasar, serta interaksi antara penawaran dan permintaan. Teori ini menganggap bahwa individu bertindak secara rasional untuk memaksimalkan utilitas dan keuntungan.Â
Dalam sistem ekonomi neoklasik, harga dan kuantitas barang di pasar ditentukan oleh interaksi antara pembeli dan penjual. Meskipun sangat efektif dalam menjelaskan dinamika pasar, pendekatan ini seringkali mengabaikan aspek moral dan etika yang menjadi pusat perhatian dalam ekonomi Islam.