Sebelum ada kesadaran kelas, para individu atau manusia ini hidup dalam kesadaran palsu. Menurut Marx, kesadaran palsu ini merupakan hasul dari sistem sosial yang tidak setara. Sistem sosial tersebut dikendalikan oleh segelintir elit yang kuat. Seperti yang telah dibahas pada sebelumnya, dalam masyarakat terdapat dua kelas, borjuis dan proletar. Dalam hal ini terdapat kesadaran palsu yang mana borjuis begitu menempatkan kepentingan egoistik yang berniat untuk memperoleh keuntungannya sendiri. Hal tersebut diciptakan oleh hubungan materi dan kondisi sistem kapitalis yang mengontrol sistem sosial dalam masyarakat tersebut. Singkatnya kesadaran palsu ini merupakan bentuk manipulatif kepada pekerja. Dengan begitu muncul konflik dan pertentangan kelas dan lahirlah kesadaran kelas.
Kesadaran kelas merupakan awal terbentuk perjuangan kelas. Mereka (para buruh) sadar akan persamaan situasi, nasib, dan eksploitasi yang didapatkan mereka dari para kaum kapitalis. Pengalaman bersama dalam memperjuangkan kepentingan mereka terhadap kaum kapitalis menjadikan kaum buruh semakin sadar bahwa mereka adalah satu kelas yang senasib sepenangunggan. Dengan begitu timbul keinginan perjuangan yang yang semakin kuat. Dalam maksud mendukung perjuangan mereka, kaum buruh memasukkan diri mereka ke dalam serikat buruh. Kemudian, perjuangan mereka semakin efektif dan solidaritas mereka semakin kuat. Para kaum kapitalis pun tidak lagi memanipulasi dan memanfaatkan persaingan di antara mereka.
7. Revolusi menuju Komunis
Menurut Karl Marx, perubahan sosial berkaitan dengan atas kekuatan dan hubungan antara kelas-kelas sosial yang ada. Perubahan sosial ini terjadi karena para kelompok kelas, khususnya kelas proletar sudah mengalami kesadaran kelas yang membentuk perjuangan kelas untuk dapat melakukan perubahan kepada mereka. Dalam hal ini, Marx mengatakan bahwa suatu perubahan dan perkembangan yang ada dalam masyarakat ditentukan dari bagaimana cara mereka produksi barang-barang secara material. Dalam hal ini manusia mengalami tahap perkembangannya, dimulai dari primitif, komunal, feodal, kapitalis, hingga lahirlah komunis (tidak ada kelas sosial).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H