Abstrak Â
Peran media virtual meeting, seperti Zoom dan Google Meet, dalam mengelola kelas besar pada pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks pembelajaran mata kuliah wajib kurikulum (MKWK). Fokus penelitian adalah untuk memahami tantangan yang muncul dalam penggunaan media ini, serta mengidentifikasi keunggulan dalam konteks pendidikan tinggi. Melalui pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data dari 100 mahasiswa, ditemukan bahwa media virtual menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang signifikan, meskipun terdapat kendala teknis yang berpotensi menurunkan fokus dan keterlibatan mahasiswa. Temuan ini memberikan panduan bagi institusi pendidikan tinggi untuk memanfaatkan teknologi virtual secara efektif dalam meningkatkan pengelolaan dan kualitas pembelajaran di kelas besar.Â
Kata Kunci: Media Virtual Meeting, Kelas Besar, Pengelolaan Pembelajaran, Pendidikan Tinggi
 1. PendahuluanÂ
Pembelajaran kelas besar yang difasilitasi oleh pertemuan virtual menawarkan banyak cara bagi guru untuk mengelola kelas mereka dengan lebih baik. Salah satunya adalah metode pembelajaran virtual, yang memungkinkan guru menyampaikan materi secara langsung kepada seluruh mahasiswa melalui presentasi atau video conference. Selain itu, ada juga pendekatan diskusi kelompok terfokus, di mana mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil menggunakan fitur "ruang kumpul" di platform virtual. Dengan menawarkan fleksibilitas dalam waktu dan tempat, platform seperti Zoom dan Google Meet menjadi pilihan yang populer bagi perguruan tinggi. Namun, mengelola kelas besar melalui media virtual tidak tanpa tantangan, terutama dalam menjaga keterlibatan mahasiswa dan memastikan pemahaman materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran, tantangan, serta keunggulan media virtual meeting dalam mengelola kelas besar di pendidikan tinggi. Permasalahannya adalah Bagaimana pengaruh penggunaan media virtual meeting terhadap tingkat pemahaman mahasiswa pada mata kuliah MKWK dalam konteks kelas besar. Tujuannya adalah Menganalisis pengaruh penggunaan media virtual meeting terhadap tingkat pemahaman mahasiswa dalam pembelajaran MKWK pada kelas besar.
 2. Tinjauan PustakaÂ
Literatur yang ada menunjukkan bahwa media virtual meeting memudahkan dosen untuk mengelola kelas besar dengan lebih fleksibel. Menurut teori difusi inovasi, penerimaan teknologi dalam pendidikan membutuhkan adaptasi, di mana keterampilan komunikasi dosen dan pemahaman mahasiswa menjadi kunci keberhasilan (Rogers, 2014). Selain itu, penelitian terdahulu (Hew et al., 2019) juga menggarisbawahi bahwa fitur interaktif media virtual, seperti breakout rooms dan live chat, mampu meningkatkan partisipasi dalam kelas besar. Menurut Wiratmojo dan Sasonohardjo dalam Junaidi (2019) penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran saat itu. Interaksi sosial merupakan hubungan yang dinamis, yaitu hubungan tersebut berkaitan dengan hubungan antar perseorangan, kelompok satu dengan kelompok lain, dan perseorangan dengan kelompok (Xiao, 2018).
 3. Metode PenelitianÂ
Metode survei kuantitatif dengan 100 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah MKWK sebagai responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap tantangan dan keunggulan penggunaan media virtual dalam perkuliahan kelas besar. Teknik analisis data meliputi uji korelasi dan regresi untuk memahami pengaruh variabel-variabel yang diteliti.
Hipotesis:
H0 Â Â : Â Â Tidak Terdapat Pengaruh Antara Penggunaan Media Virtual Meeting terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa
Ha   :   Terdapat Pengaruh Antara Penggunaan Media Virtual Meeting terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa
 4. Hasil dan PembahasanÂ
4.1 Keunggulan Penggunaan Media Virtual MeetingÂ
Media virtual meeting memberikan berbagai keuntungan dalam pengelolaan kelas besar. Sebanyak 72% mahasiswa menyatakan bahwa media ini memudahkan akses ke perkuliahan tanpa terbatas oleh lokasi. Platform seperti Zoom memfasilitasi pengelolaan kelas besar melalui fitur-fitur seperti live chat dan Q&A, yang memungkinkan mahasiswa berpartisipasi secara aktif. Penelitian ini juga menemukan bahwa media virtual meeting menghemat waktu dan biaya, serta memperluas aksesibilitas perkuliahan bagi mahasiswa dengan keterbatasan mobilitas.
4.2 Tantangan dalam Mengelola Kelas Besar dengan Media Virtual MeetingÂ
Tantangan utama dalam pengelolaan kelas besar secara virtual adalah keterbatasan interaksi langsung yang mempengaruhi fokus dan pemahaman mahasiswa. Sebanyak 59% responden melaporkan kesulitan untuk fokus dalam sesi daring, yang sering dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti koneksi internet yang tidak stabil. Keterbatasan dalam interaksi juga menghambat kemampuan dosen untuk memberikan pengawasan dan umpan balik langsung, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keterlibatan mahasiswa.
4.3 Implikasi bagi Pengelolaan Kelas Besar di Pendidikan TinggiÂ
Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan bagi dosen dalam menggunakan fitur-fitur media virtual yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Dengan mengoptimalkan interaksi, misalnya melalui breakout rooms atau diskusi kelompok, dosen dapat memfasilitasi lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif. Selain itu, dukungan infrastruktur teknologi dari institusi pendidikan juga penting untuk mengatasi kendala teknis.
 5. KesimpulanÂ
Media virtual meeting memainkan peran penting dalam pengelolaan kelas besar di pendidikan tinggi dengan menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang tak terbatas. Meskipun demikian, tantangan terkait interaksi dan koneksi internet tetap perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi untuk memperkuat infrastruktur teknologi serta memberikan pelatihan yang tepat bagi dosen guna meningkatkan kualitas pembelajaran daring di kelas besar.
Daftar PustakaÂ
Abubakar, H. R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Suka-Press Uin Sunan Kalijaga.
Hew, K. F., Lan, M., Tang, Y., Jia, C., & Lo, C. (2019). Using online platforms to enhance learning: Opportunities and challenges. Educational Technology & Society.Â
Hindun Hindun, Ahmad Bahtiar, Maryelliwati Maryelliwati, Elvi Susanti, Aniek Irawati, Muhammad Jabl An Nur,2023, Project based learning dalam pembelajaran bahasa indonesia di perguruan tinggi pada masa pandemi, Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Priyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Sidoarjo: Zifatama Publishing.
Riyanto, A., & Wahyuni, S. (2019). Â Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kelas Besar Melalui Media Virtual Meeting, Jurnal: Jurnal Teknologi Pendidikan Indonesia, Publisher: Universitas Negeri Jakarta, DOI: 10.21009/jtpi.071.10
Rogers, E. M., Singhal, A., & Quinlan, M. M. (2014). Diffusion Of Innovations. In An Integrated Approach To Communication Theory And Research (Pp. 432--448). Routledge.Sahir, S. H. (2021). Metodologi Penelitian. Bantul-Jogjakarta & Bojonegoro-Jawa Timur: Penerbit Kbm Indonesia.
Penulis :
Aniek Irawatie ; Ilona Vicenovie Oisina Situmeang ; Marina Ery Setiyawati
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI