“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadis riwayat tersebut, menjadi seorang pemimpin yang berkarakter adalah tanggung jawab yang besar. Sosok pemimpin yang bertanggung jawab akan mampu mempengaruhi, membimbing, memotivasi, dan mengawasi orang lain atau bawahannya untuk menyelesaikan tugas dalam rencana pencapaian tujuan organisasi. Maka dengan kepemimpinan yang baik akan sangat mempenagruhi kinerja organisasi terutama dalam pencapaian tujuan organisasi tersebut. Terdapat lima karakteristik pemimpin yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan level kepemimpinan dari waktu ke waktu.
Memiliki Niat dan Komitmen
Seorang pemimpin harus memiliki niat dan komitmen dalam menjalankan organisasinya. Niat merupakan maksud dan tujuan dari suatu proses yang dikehendaki. Pemimpin tidak cukup bermodal niat baik dalam menjalankan suatu organisasi, namun juga harus berpegang tegus dengan komitmen yang telah disepakati. Komitmen merupakan tanggung jawab atas keterikatan untuk melakukan sesuatu. Pemimpin yang bertanggung jawab akan memegang komitmennya agar tujuan organisasi tidak melenceng dari niat baik yang sudah dibangun. Niat dan komitmen menjadi peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari seorang pemimpin.
Seorang pemimpin harus haus dengan ilmu pengetahuan. Pemimpin yang berkarakter harus melek dengan perkembangan zaman yang begitu pesat. Pengembangan diri yang dilakukan dapat berupa mengikuti pelatihan yang relevan dengan organisasi yang dipimpin. Selain itu, pemimpin yang berkarakter harus legawa dengan saran dan kritik yang membangun, karena sejatinya tidak ada pemimpin yang sempurna. Tetapi seorang pemimpin harus berusaha menutupi ketidaksempurnaan tersebut dengan pengembangan potensi diri yang dimiliki. Pemimpin yang baik dapat belajar dengan siapa saja dan dimana saja.
Inovasi
Pemimpin harus mampu membangun kreatifitas dan inovasi bagi orang-orang yang dipimpin. Sebagai pemimpin juga harus memberikan kontribusi terhadap perkembangan organisasi. Seorang pemimpin harus memiliki inovasi dalam menacari agar pelayanan kerja selalu cepat namun tidak melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin tidak hanya memberikan gagasan kreatif saja, namun juga mendorong anggotanya untuk melakukan hal yang sama. Pemberian reward atau penghargaan terhadap kinerja anggota perlu dilakukan sebagai pemantik untuk bersama-sama mengembangkan organisasi tersebut.
Produktivitas merupakan ukuran perbandingan antara kualitas, kuantitas, dan waktu. Seorang pemimpin harus memiliki sikap produktif agar menjadi contoh untuk anggotanya. Produktivitas diperlukan untuk menghasilkan sesuatu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Seorang pemimpin dapat meningkatkan produktivitas dengan memperdalam pengetahuan, keterampilan, kemampuan, sikap, dan perilaku yang dapat menjadi teladan bagi anggotanya. Selain itu, produktivitas dapat dilakukan semaksimal mungkin dengan menjaga hubungan baik antara pemimpin dan anggotanya. Selalu berorientasi pada feedback juga mampu memberikan dorongan positif terhadap produktivitas pemimpin dan anggotanya.
Kemaslahatan
Kebijakan seorang pemimpin harus dilandasi dengan kemaslahatan. Kemaslahatan seorang pemimpin akan membawa kesejahteraan untuk anggotanya. Segala sesuatu yang ia rencanakan, harus memberikan kemaslahatan untuk anggotanya. Artinya apa yang menjadi tanggung jawab seorang pemimpin harus dijalankan dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat bagi orang banyak khususnya untuk perkembangan organisasi yang dipimpin. Dalam mengambil kebijakan, seorang pemimpin juga harus mempertimbangkan hak dan kewajiban setiap anggotanya agar kegunaannya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H