Mohon tunggu...
Andryas Dewi
Andryas Dewi Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Akselerasi Pengembangan Kewirausahaan melalui Pendidikan Berbasis Teknologi

5 Juni 2018   14:57 Diperbarui: 5 Juni 2018   18:22 2049
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu instrumen baru untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha adalah melatih masyarakat menggunakan alat E-learning, yang lebih jauh dari sekedar menawarkan pelatihan budaya kewirausahaan (Sapienza et al., 2004). E-learning  sebagai alat pelatihan dalam akselerator bisnis dan mewakili proses pembelajaran yang didukung ICT yang sesungguhnya. 

Meskipun sumber daya utama untuk pertumbuhan wirausaha perlu diidentifikasi terlebih dahulu. E-learning  secara umum telah digunakan untuk mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan pengusaha, terutama di bidang pendanaan khusus, akses langsung ke investor, manajemen dan pelatihan perdagangan, dan akses ke mentor ahli di sektor bisnisnya (Welsh et al., 2003).

Jalur pelatihan yang disampaikan melalui E-learning  harus memiliki karakteristik tertentu untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik. Secara khusus:

  • pemilihan awal bentuk usaha yang memiliki potensi pertumbuhan (produk yang dapat diukur dan potensi global);
  • jaringan dengan agen utama inovasi dan dengan dukungan ICT;
  • bersifat sementara: jalur pelatihan tidak boleh lebih dari satu tahun;
  • hasil program kuantitatif dalam hal tujuan pertumbuhan (perputaran dan pekerjaan yang diciptakan), dan;
  • rencana kontigensi (kontrol dan pengawasan) untuk hasil program

Penggunaan E-learning  dalam Pelatihan Kewirausahaan

E-learning  merupakan serangkaian aplikasi dan proses yang luas, seperti pembelajaran berbasis web, pembelajaran berbasis komputer, ruang kelas virtual, dan kolaborasi digital (KaplanLeiserson, 2002). E-learning  tidak hanya tentang pelatihan dan pembelajaran, tetapi juga tentang pembelajaran yang disesuaikan dengan individu. E-learning  dikatakan pedagogi diberdayakan oleh teknologi digital" (Sharma, Ekundayo, & Neg, 2009).

Pembelajaran virtual, pembelajaran berbasis komputer, ruang kelas virtual, kolaborasi digital dan jaringan adalah beberapa istilah yang telah digunakan untuk mendefinisikan pembelajaran yang terjadi secara online. 

Istilah yang berbeda menunjukkan pengalaman pendidikan yang sama, di mana (a) pembelajar berada jauh dari tutor atau instruktur, (b) pembelajar menggunakan beberapa bentuk teknologi (biasanya komputer) untuk mengakses materi pembelajaran, dan (c) pelajar menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan tutor atau instruktur dan peserta didik lainnya, dan para pembelajar diberikan dengan beberapa bentuk dukungan (Allen, Mabry, Mattrey, Bourhis, Titsworth, & Burrell, 2004).

Salah satu manfaat utama yang ditawarkan oleh E-learning  adalah dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh melalui penggunaan jaringan area luas. Hal ini memungkinkan E-learning  dianggap sebagai bentuk pembelajaran yang fleksibel di mana pembelajaran tepat waktu. Kursus dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik baik melalui pembelajaran sinkron atau asinkron.

Karakteristik E-learning  menjadikannya alat yang sangat baik untuk digunakan dalam bisnis. Pada level ini, E-learning  memiliki potensi untuk mengubah bagaimana dan kapan calon wirausahawan , wirausahawan dan karyawan belajar. Belajar dapat menjadi lebih terintegrasi dengan pekerjaan dan menggunakan sistem pengiriman yang lebih singkat, lebih modular, dan tepat waktu.

E-learning  memberikan konten melalui ICT. Oleh karena itu, organisasi dapat menggunakan E-learning  sebagai cara memberikan pelatihan secara konsisten kepada semua karyawan; untuk memperbarui konten pelatihan bila diperlukan; untuk mengurangi biaya perjalanan ke fasilitas pelatihan eksternal, dan untuk menyediakan karyawan dengan pelatihan sesuai permintaan, kapan saja dan di mana saja (Burgess & Russell, 2003).

E-learning, strategi pembelajaran untuk menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam organisasi, ada di sini untuk tinggal. Kelayakan, keefektifan, dan potensi untuk mengembalikan manfaat nyata bagi organisasi sangat tergantung pada bagaimana ia dirancang, disampaikan, dan dievaluasi. Saat ini, beberapa perusahaan menggunakan E-learning  dalam pelatihan keterampilan ICT, dan semakin banyak bisnis menggunakan E-learning  dalam pelatihan bisnis dan soft skill.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun