Saya pertama kali mendengar singkatan VBAC dari istri saat kami memutuskan untuk kembali punya anak lagi setelah 2 tahun kelahiran Inara (anak pertama).Â
Ia menyampaikan bahwa VBAC merupakan singkatan dari Vaginal Birth After Caesarea -Â keadaan melahirkan normal setelah sebelumnya melahirkan melalui proses caesar. Dan untuk dapat melahirkan secara VBAC, harus ada jarak minimal 2 tahun dengan proses kelahiran sebelumnya.
Itu detail sederhana yang saya pahami tentang VBAC. Simple-nya, dulunya lahiran secara caesar dan sekarang merencanakan kelahiran melalui proses yang normal.
Saya berpikir ini merupakan hal yang sederhana. Tapi ternyata tidak. Pertama kali kami melakukan kunjungan adalah ke bidan di sekitar perumahan Citra Indah.Â
Sesampainya di tempat bidan, kami di-"marahi" oleh Bu Bidan karena jarak melahirkan yang terlalu pendek. Istri pun diminta untuk melakukan ini itu agar dapat melahirkan secara VBAC - walau ia tidak sepenuhnya mendukung.
Akhirnya setelah mencari referensi dari temannya istri dan review dari Google, kami pun menemukan Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kemang Medical Care. Istri saya langsung jatuh cinta dengan rumah sakit ini. Simply karena dibukakan pintu mobil saat turun di lobi rumah sakit. :D
Disini pun ada tempat bermain bagi anak-anak dengan suasana tidak seperti rumah sakit kebanyakan. Overall, kami menemukan kenyamanan yang kami cari-cari di rumah sakit ini.
Dokter yang kami temui adalah Dr. Ridwan Sp.OG. Beliau orangnya sangat menyenangkan dan menenangkan. Saat istri saya bertanya bermacam hal, ia menjawabnya dengan memuaskan. Sampai-sampai istri saya pun bingung mau bertanya apalagi.
Setelah rutin selama 38 minggu ke dokter tersebut, muncul pula kekhawatiran di istri apakah ia akan berhasil VBAC atau tidak. Ia bertanya ke dokter, apakah ada cara alami untuk mempercepat proses kelahiran? Jawaban dokternya sangat saya suka: janinnya dalam kondisi baik, dan janin pun tahu kapan ia akan keluar, tugas orang tua hanyalah menunggu.Â
Dokter pun tegas menjawab itu karena menurutnya tidak ada referensi ilmiah untuk mempercepat proses kelahiran. Cukup menunggu, berdoa dan berolahraga.