Mohon tunggu...
Andre VincentWenas
Andre VincentWenas Mohon Tunggu... Politisi - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta

Merilis kajian di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Duit dari Hilirisasi Nikel Deras Mengalir Masuk, tapi dari Korupsi BTS Malah Menguap Percuma!

12 Juli 2023   23:23 Diperbarui: 12 Juli 2023   23:46 3416
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Para penyelenggara negara itu kebanyakan dikendalikan oleh partai politik, bahkan ada yang tegas-tegas melabel mereka sebagai petugas partai. Petugas yang wajib taat titah penguasa partai.

Setelah korupsi dana bansos disaat kita sedang mengalami pandemi Covid-19 oleh Juliari Batubara, lalu benih lobster oleh Edhy Prabowo, sampai korupsi BTS oleh Johny Plate. Kasus ini ternyata mengindikasikan konspirasi multi partai juga. 

Baru saja Dito Ariotedjo  yang baru menjabat Menpora dimintai keterangan soal aliran dana Rp 27 miliar, jadilah ia pelanggan gedung bundar kejaksaan. Sementara itu, kabarnya ada nama-nama lain yang kabarnya sekarang malah hilang dari daftar. Aneh. 

Kasus (dugaan) korupsi BTS ini dari nilai proyek sekitar Rp 10 triliun, lalu dibancaki sekitar Rp 8,3 triliun. 

Delapan puluh persen lebih dari nilai proyek habis dibancaki, keterlaluan!!! Ini sudah nggak pakai malu, tidak sembunyi-sembunyi, tapi terang-terangan merampoknya. Minta ampun deh, delapan puluh persen lebih dibancaki ramai-ramai!!! 

Oh ya, sekedar mengingatkan, satu triliun itu nilainya sama dengan seribu miliar, dan satu miliar itu sama dengan seribu juta.

Proses hukum mesti terus berjalan, buka seterang-terangnya. Kekurangajaran para pencoleng ini sudah keterlaluan. 

Akhirnya, kalau dipikir-pikir, betul kata rekan Akbar Faizal yang bilang: 

"Kesalahan terbesar kita sebagai RAKYAT adalah memilih partai dan politisinya yang penuh dengan perilaku korup, lalu membiarkan dan memaklumi seluruh perilaku mereka pada setiap Pemilu. Seharusnya CABUT kepercayaan yang pernah kita berikan kepada mereka lalu serahkan kepada pihak yang baru. Harapan harus selalu kita tumbuhkan dalam bernegara. Sebab, tanggungjawab terbesar kita hari ini adalah mewariskan INDONESIA  yang kuat, adil dan layak kepada anak-anak yang bahkan belum kita lahirkan." 

Bagaimana? 

Jakarta, Rabu, 12 Juli 2023 

Andre Vincent Wenas,MM,MBA. Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun