Mohon tunggu...
Andreas Ab
Andreas Ab Mohon Tunggu... Wiraswasta - Webpreneur

Bersenang senang dengan waktu dan bersahabat dengan Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Saya Takut

16 Januari 2016   01:53 Diperbarui: 16 Januari 2016   02:39 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hiburan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

#SAYATAKUT

ketika rasa aman mulai diragukan, itu tandanya saya merasa takut...
walaupun tidak ketakutan, tapi ada perasan takut dan khawatir...

membohongi diri sendiri jika saya tidak takut sama sekali dengan teror-teror yang akhir-akhir ini sering terjadi... entah itu teror bom di mall, teror bom di tempat ibadah, maupun teror bom di tempat umum lainnya... ditambah teror penembakan, teror pembacokan dan teror perampokan di jalanan...
saya takut dengan semua teror-teror tersebut...

terbayang sudah...
disaat sedang santai jalan-jalan di mall sambil menggandeng anak-anak tercinta, kemudian buuummm... pantat terbakar sekaligus badan terlempar beberapa meter dan tersangkut di trolley... dan bagaimana nasib anak-anak yang fisiknya lebih kecil dan lemah yang barangkali sampai masuk lubang AC... siapa bilang tidak takut jika itu terjadi di dekat saya... jika itu mengenai saya...
atau disaat sedang khusyuk dan asyik berdoa di tempat ibadah, tia-tiba buuummmm... badan ini terlempar sampai dan tersangkut di mimbar...
atau disaat ngantri di bank, tiba-tiba dor-dor-dor... perampok bank menembaki saya sampai terkapar dibawah pangkuan teller nan cantik...
atau saat berkendara, tiba-tiba dor-dor-dor dan prak-prak-prak... saya terlempar dan nyungsep di kompor pecel lele pinggir jalan...
itu semua teror-teror yang menakutkan...
dan siapa bilang saya tidak takut?

di negeri ini, apapun teror bisa terjadi...
negeri dengan sisi lain yang gelap, negeri yang mudah tersulut konflik, negeri yang mudah marah, negeri yang memiliki orang-orang fanatik beragama... negeri yang masih memelihara kemiskinan...
sehingga tak ayal negeri ini sangat subur untuk bisnis jasa keamanan, jasa pengawalan, jasa asuransi, jasa pasang CCTV, jualan kunci anti maling dan lain-lain yang semua bertujuan menambah sedikit rasa aman...
iya, karena teror ada disekeliling saya...

-------
berdasar teori hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan dasar kedua setelah kebutuhan fisiologi... kebutuhan lain yang harus dipenuhi setelah kebutuhan makan, minum, tempat berteduh, oksigen, tidur dan seks... ditingkat selanjutnya adalah kebutuhan kasih sayang, penghargaan dan aktualisasi diri...
namun di era digital alay sekarang ini kebutuhan terasa terbalik, dimana kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri lebih diprioritaskan dibanding kebutuhan fisiologi, rasa aman maupun kasih sayang... terbukti banyak orang yang mengabaikan keselamatan, mengabaikan rasa lapar yang penting masih bisa selfie di lokasi teror yang masih berlangsung demi eksis dan penghargaan dari teman-teman sosial medianya...

bagi saya yang penakut, takut lapar, takut haus, takut kehujanan, takut miskin... saya lebih baik lari sekencang-kencangnya untuk menghindari lokasi konflik, lokasi bom yang meletus, lokasi tembak-menembak...
kebutuhan fisiologi saya dan kebutuhan rasa aman saya lebih utama... saya tak mau kualat dengan Maslow...

rasa takut dan rasa tidak aman tidak bisa saya pungkiri...
apalagi ditambah seliweran berita, status timeline terkait teror semakin memupuk rasa takut dan merasa tidak aman hidup di negeri ini...

mungkin saya pasang hastag #kamitidaktakut atau #kaminaksir, karena bom meledaknya berjarak 500an kilometer dari tempat tinggal saya... dan kebetulan saya sedang tidak ada agenda keluar rumah beberapa hari ini... jadi saya tidak merasa begitu takut dengan peristiwa bom jakarta ini...
lain cerita jika bom itu meledak hanya berjarak 5 meter dari saya, boro-boro saya pasang hastag #kamitidaktakut... membayangkan saja belum tersadar... saya akan pasang hastag #kamimodar

namun sekali lagi saya merasa takut jika peristiwa itu terulang dan saya tak tau itu dimana dan kapan dan dalam bentuk apa...

-----------
memang rasa takut dan tidak aman mulai berkurang jika tidak melakukan aktivitas diluar rumah... saya merasa aman jika tinggal di rumah saja...
walaupun teror-teror di rumah tetap saja ada... namun tak semenakutkan di jalanan atau di keramain mall...

teror saya di rumah yang menakutkan antara lain...
teror mati listrik. jika listrik mati berjam-jam bahkan seharian, saya tak bisa pakai komputer dan saya tak bisa pakai isi baterai handphone... serta tak bisa menikamti sejuknya AC dan dinginnya susu segar di kulkas... mati listrik ini menakutkan...
teror mati internet. jaringan internet mati atau terputus serta wifi mati, ini juga menakutkan... saya sudah merasakan seperti jaman batu jika melihat hp tanpa sinyal wifi atau memakai komputer tanpa jaringan internet... internet mati ini menakutkan...
teror kehabisan air bersih. selain itu hal-hal yang menakutkan di rumah adalah air tidak mengalir atau air sumur kering atau air sumur tercemar bau tinja... kiamat sudah dekat... tinggal di kota yang dikelilingi bangunan-bangunan hotel dan aparteman serta padatnya pemukiman... teror terbatasnya ketersediaan air bersih adalah ketakutan tersendiri... bayangkan air sumur saya yang tercemar tinja tetangga... air sumur yang kering karena tersedot oleh kebutuhan hotel... air pam yang keruh berbau karat... dan air benar-benar tidak mengalir... ini adalah hal yang sangat menakutkan...
minum barangkali masih bisa minum air kemasan, masak bisa istirahat dan ngandalin catering atau delivery atau jajan pinggir jalan... nyuci masih bisa dilempar ke laundry kiloan... namun mandi, buang air kecil, buang air besar, ngupil, dll yang membutuhkan air bersih jadi tidak bisa dilakukan... dan efeknya adalah gerah, merasa kotor, dan merasa terbau di dunia... dan ini adalah ketakutan yang akut...

dan semua teror rumahan ini justru sangat mengganggu kelangsungan hidup berumah dan bertetangga... apalagi jika gabungan mati air, mati listrik, mati internet adalah paketan yang bisa menghancurkan minat bekerja dan menghalangi kelangsungan memburu penghasilan... dan ini adalah teror rutin bulanan bahkan mingguan saya...

nah membayangkan lagi, apa yang akan terjadi jika teror dilakukan seperti halnya yang terjadi di negeri lain... negeri tanpa damai yang saat ini sedang berperang...
jika teror ini justru menyerang atau menghancurkan sarana telekomunikasi, menghancurkan pembangkit listrik, dan mencemari air bersih dengan racun...
telpon mati, internet mati, listrik mati, air beracun... ini benar-benar teror profesional dan bukan amatir lagi...
#kamipastitakut !

andreas ab, jogja 15 januari 2015

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun