Perilaku pemimpin dalam sebuah organisasi sangat diperhatikan bahkan berpengaruh pada karyawan di organisasi tersebut. Tidak terkecuali pada jenjang pendidikan yang di dalamnya merupakan organisasi yang memiliki berbagai tujuan untuk memberikan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai karakteristik.
Kepala sekolah melakukan analisis data dengan melakukan wawancara, observasi, monitoring, dan supervisi. Dari situlah kepala sekolah mampu untuk mengetahui nilai-nilai evaluasi dan refleksi. Dan kepala sekolah membuat perencanaan yang menjadikan kebutuhan guru dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Ketika data-data sudah terkumpul, dari beberapa hasil evaluasi ada rekomendasi mana yang paling urgent itu yang menjadi skala prioritas.
Kepala sekolah secara rutin melakukan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran dengan menggunakan data dari berbagai sumber, termsasuk umpan balik dari orang tua dan siswa. Hal ini membantu dalam merumuskan strategi baru untuk meningkatkan pengalaman belajar di kelas.
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan penentu keberhasilan terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Tidak bisa karena guru hebat saja, akan tetapi kepala sekolah yang memuluskan, mengeluarkan, dan menggerakkan kinerja guru menjalankan perannya dan mengeluarkan potensi potensi kebaikan dan kebertanggungjawaban guru dalam menjalankan tupoksinya. Kepala sekolah dan guru yang baik, tidak hanya bertanggung jawab dalam menajalankan tugas dan oerannya karena takut atasan saja, akan tetapi juga karena takut kepada sang maha Pencipta manusia yaitu Allah SWT.
Kepala sekolah ketika sudah menggunakan data dari pembelajaran ada peningkatan apalagi guru bisa menerima masukan dan refleksi sesuai dengan kebutuhan pada guru tersebut. Sehingga tidak menjustifikasi tetapi menjadi proses evaluasi, perkembangan dan perbaikan.
Pengertian evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses dalam meren- canakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlu- kan untuk membuat berbagai alternatif keputusan. Sedangkan evaluasi pembelajaran adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi, dalam menilai (assessment) keputusan yang dibuat untuk merancang suatu sistem pembelajaran. Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi mempunyai tiga implikasi berikut ini.
Pertama, evaluasi merupakan suatu proses terus-menerus, bukan hanya pada akhir pengajaran, tetapi dimulai sebelum dilaksanakannya pembelajaran. Kedua, proses evaluasi harus diarahkan ke tujuan tertentu, yaitu untuk mendapatkan berbagai jawaban tentang bagaimana memperbaiki pembelajaran Ketiga, evaluasi mengharuskan penggunaan herbagai alat ukur yang akurat dan bermakna, untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan Dengan demikian evaluasi adalah proses yang berkaitan dengan pengumpulan informas yang memungkinkan pendidik untuk menentukan tingkat kemanman pembelajaran, dan menentukan pembelajaran ke depan agar lebih baik.
Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan penerapan strategi pemanfaatan data sekolah di SD Albaitul Amien 02 Jember yaitu faktor SDM, karena SDM pada SD Albaitul Amien 02 Jember variatif, ada yang usianya produktif dan mulai pensiun sehingga yang mendukung keberhasilan penerapan strategi pemanfaatan data sekolah di SD Albaitul Amien 02 Jember yaitu SDM guru yang usianya produktif sedangkan yang menghambat yaitu SDM guru yang usianya sudah mulai pensiun karena tidak mau berubah-ubah.
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik adalah kemampuan mengadakan evaluasi, baik dalam proses pembelajaran maupun penilaian hasil belajar. Kemampuan melaksanakan evaluasi pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang mesti dikuasai oleh seorang pendidik maupun calon pendidik sebagai salah satu kompetensi professionalnya. Kemampuan melaksanakan evaluasi pembelajaran merupakan satu kompetensiprofessional seorang pendidik.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Upaya mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya materi pembelajaran. Melalui penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan, peserta didik diharapkan sampai pada tujuan tertentu. Seorang guru juga membutuhkan media serta strategi dan metode tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komponen pembelajaran berikutnya untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran yang dilaksanakan serta sesuai atau tidaknya proses pembelajaran yang dilaksanakan diperlukan evaluasi pembelajaran.
KESIMPULAN