Dan mengenai ingin kawin lagi,
bukankah engkau sendiri yang menawarkan kepadaku tentang hal itu?
Juga apakah diriku telah banyak berada di luar rumah dan meninggalkan kesibukanku untuk ketemu dengan wanita-wanita lain?
Sungguh.. dan betapa dirimu telah sangat berlebihan menyudutkanku.
Duhai istriku sayang..., sadarkah bahwa apa yang engkau lakukan saat ini telah mendzolimi diriku? Bahkan juga telah menyakiti kembali ibumu?
Ayo sayangku..., jelaskan mengapa engkau begitu tega dan ngotot ingin menghabisi nyawa cinta kita?
Beginikah bentuk kepatuhanmu kepada diriku sebagai suami yang menikahimu atas nama Allah?
Sebesar gunung manakah kesalahan dan dosaku kepadamu?
tunjukkanlah, pasti gunung itu akan aku daki, asalkan engkau jangan pergi dan menghilang dari sisiku!
Seluas lautan manakah keburukan dan kekuranganku hingga begitu tega meninggalkanku?
Tunjukkanlah, pasti lautan itu akan kuseberangi, asalkan kumohon jangan membunuh cintaku kepadamu hanya dengan alasan karena telah mengusirmu.
Sayangku Gamar Alhasni yang sangat aku cintai,
sungguh dikau benar-benar hanya menelan mentah-mentah istilah “mengusir”.
Cobalah tunjukkan kepadaku, kerugian besar seperti apakah yang engkau dapatkan dan dilaknati Allah bila tetap bertahan ketika diriku (suamimu) mengusirmu?
Dan tolong tunjukkan kepadaku, keuntungan sebesar seperti apa yang diridhoi Allah yang bisa engkau dapatkan apabila pergi meninggalkanku ketika aku usir?
Wahai istriku Gamar Alhasni yang sangat-sangat kusayangi,
Andai mungkin aku adalah suami yang gemar mabuk-mabukan, narkoba, dan juga berjudi, yang keluyuran tiap malam dan pulang pagi kehabisan duit lalu memaksamu untuk mencuri, dan ketika tak bisa engkau penuhi kehendakku itu kemudian aku mengusirmu, maka silakan pergi... pergi.. dan pergilah sejauh mungkin tinggalkan diriku!!!
Gamar Alhasni istriku tercinta...,
Meski engkau telah memfitnahku, dan memperlakukanku seolah-olah sebagai suami yang gemar mabuk-mabukan, pemakai narkoba, dan tukang judi seperti di atas, hingga engkau tega meninggalkanku, toh aku tetap sangat mencintaimu, juga menyayangimu seumur hidupku.
Sayangku..., meski kini dirimu entah berada di mana, namun engkau masih sah milikku dan hingga seterusnya satu-satunya istriku yang kucintai.
Dan camkanlah, aku tak mungkin menceraikanmu hanya karena persoalan sepele seperti ini. Sebab, aku bukan suami bodoh atau idiot yang tidak paham tentang sebuah lika-liku dan tanggungjawab sebagai suami.
Olehnya itu duhai istriku dan belahan jiwaku, Gamar Alhasni,
mohon pulanglah dan kembalilah kepadaku, sebab sudah 9 hari atau 12.960 menit engkau tak bersamaku. Dan kalau cuma keegoisan yang membuat sampai harus seperti ini, maka biarkan aku yang mengalah, jika perlu aku sebagai suami yang akan bersujud di hadapanmu asalkan jangan cabut nyawa cinta kita.
Dan yang paling penting,mohon jangan biarkan angka menit itu bertambah terus menjadi timbangan keburukan kita di akhirat.
I Love Igo istriku sayang, papa menunggumu, pulanglah! Maafkan papa, karena masa depan cerah ini tak lengkap tanpa kehadiranmu di sisiku.