Dalam konteks anak usia dini, pengambilan keputusan mungkin masih dipandang sebelah mata, namun pada dasarnya pengambilan keputusan memang perlu ditanamkan sedini mungkin. Mulailah dengan hal-hal yang sangat sederhana, sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Melahirkan adalah anugerah bagi semua orang tua, dan setiap orang tua berharap anak-anaknya tumbuh dengan sehat. Salah satunya adalah dengan menanamkan sifat-sifat yang dapat membentuk karakter anak dan menjadikannya pribadi yang lebih baik. Salah satunya dengan menanamkan rasa tanggung jawab dan rasa percaya diri pada diri anak dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, anak dapat belajar bertanggung jawab dan percaya diri sejak dini.
Keputusan adalah memilih alternatif perilaku dari dua atau lebih alternatif. Keputusan dibuat untuk memecahkan masalah yang disebabkan oleh pilihan ganda, dan pilihan dibandingkan untuk menghasilkan keputusan yang lengkap. Dalam konteks anak usia dini, pengambilan keputusan mungkin masih dipandang sebelah mata, namun pada dasarnya pengambilan keputusan memang perlu ditanamkan sedini mungkin. Mulailah dengan hal-hal yang sangat sederhana, sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Setelah anak mampu mengambil keputusan yang harus dipertimbangkan nantinya, bagaimana membuat anak bertanggung jawab atas keputusannya sendiri dan menanamkan sikap bertanggung jawab juga menjadi pertimbangan yang sangat penting sejak dini. Setelah anak mampu mengambil keputusan yang harus dipertimbangkan nantinya, bagaimana membuat anak bertanggung jawab atas keputusannya sendiri dan menanamkan sikap bertanggung jawab juga menjadi pertimbangan yang sangat penting sejak dini.
Menurut Wikipedia, tanggung jawab adalah memahami manusia sebagai pribadi yang bermoral dan pemahaman dasar tentang moralitas yang mereka miliki. Menurut KKBI, tanggung jawab mengacu pada keadaan wajib menanggung segala sesuatu, dan jika terjadi sesuatu boleh digugat.
Fungsi tanggung jawab adalah sikap diri sendiri dan orang lain yang menanggung beban. Sangat penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab dalam pengambilan keputusan pada anak, karena pengambilan keputusan erat kaitannya dengan tanggung jawab.
Mengambil keputusan yang bertanggung jawab bukanlah tugas yang mudah, apalagi bagi seorang anak yang pada dasarnya mengambil keputusan, masih sulit bagi mereka untuk melakukannya. Kebanyakan orang membuat keputusan yang lebih baik ketika mereka tenang dan tenang. Hal ini juga berlaku untuk remaja. Remaja memiliki kecenderungan emosional yang sangat kuat. Remaja yang membuat keputusan yang bijaksana ketika mereka tenang mungkin membuat keputusan yang tidak bijaksana ketika mereka emosional.
Setelah anak mampu mengambil keputusan yang harus dipertimbangkan nantinya, bagaimana membuat anak bertanggung jawab atas keputusannya sendiri dan menanamkan sikap bertanggung jawab juga menjadi pertimbangan yang sangat penting sejak dini. Tanggung jawab adalah sikap sadar setiap orang terhadap apa yang telah dilakukannya, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Oleh karena itu, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab didasarkan pada standar etika, masalah keselamatan, norma sosial, penilaian realistis dari konsekuensi berbagai perilaku, dan pertimbangan kesejahteraan diri sendiri dan orang lain, dan membuat pilihan yang konstruktif dan hormat untuk perilaku pribadi di lingkungan sosial. interaksi, kemampuan. lainnya.
 (Social Emotional Learning) atau Pembelajaran Sosial dan Emosional kali ini bertemakan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah serangkaian langkah untuk memastikan bahwa keputusan Anda mengarah pada tindakan yang meningkatkan kesehatan, melindungi keselamatan, mematuhi hukum, menghormati diri sendiri dan orang lain, mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh orang dewasa yang bertanggung jawab, dan menunjukkan karakter yang baik.
Menurut Irham Fahmi (2014:233), pengambilan keputusan adalah proses menemukan masalah, dari konteks masalah, mengidentifikasi masalah hingga membentuk kesimpulan atau saran. Atas dasar inilah keputusan dibuat berdasarkan rekomendasi yang ditentukan.
Menurut Sondang P. Siagian, memahami pengambilan keputusan adalah metode sistematis untuk memahami sifat alternatif yang dihadapi, dan memilih tindakan tercepat dan paling tepat berdasarkan perhitungan.
Lima langkah utama pengambilan keputusan yang bertanggung jawab meliputi:
Langkah pertama dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab adalah menentukan fakta dalam konteks dan mampu membedakan antara fakta dan opini, karena yang terpenting adalah bagaimana membedakan antara pengalaman dan pemahaman dalam konteks.
Dan seseorang dapat bertindak cepat, yang lebih bertanggung jawab karena dapat dengan cermat mempertimbangkan dan membuat penilaian etis. Langkah kedua dari pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah memprioritaskan kemampuan untuk mengidentifikasi keputusan atau masalah yang harus dipecahkan dan membuat keputusan etis atau masalah etika.
Langkah ketiga dari pengambilan keputusan yang bertanggung jawab merupakan faktor penting yang terlibat. Kita dituntut untuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan semua pihak yang terkena dampak dari keputusan tersebut, yang sering disebut sebagai pemangku kepentingan. Stakeholder disini dapat diartikan sebagai atasan (kepala sekolah, dll) dalam jabatan kampus
Langkah selanjutnya dalam proses pengambilan keputusan adalah membandingkan dan mempertimbangkan alternatif-alternatif, dan dapat menilai dampak dari alternatif-alternatif tersebut, karena setiap alternatif memiliki manfaat yang ditentukan sendiri, dan salah satu cara termudah adalah menempatkan diri Anda pada yang lain.
Hal terpenting dalam elemen ini adalah mempertimbangkan bagaimana meminimalkan kerugian yang akan atau mungkin terjadi ketika hasilnya menguntungkan.
Langkah yang terakhir dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah yang diakhiri dengan evaluasi yang merupakan langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan sebagai sarana untuk menilai apakah keputusan kita sudah berdampak baik atau malah tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Semoga informasi yang telah sampaikan diatas bermanfaat bagi pembaca.
Terima kasih !
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H