Mohon tunggu...
Amidi
Amidi Mohon Tunggu... Dosen - bidang Ekonomi

Fakultas Ekonomi dan.Bisnis Universitas Muhamadiyah Palembang

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Tren Baru Pelaku Bisnis: Layanan Konsumen 24 Jam

16 Januari 2023   17:47 Diperbarui: 16 Januari 2023   17:53 287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Kegairahan bisnis pasca pandemi dan atau saat pandemi mulai melandai sangat terasa sekali. Sehubungan dengan meningkatnya permintaan akan komoditas pangan dan barang-barang kebutuhan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari -- hari. Sehubungan dengan itu  pelaku bisnis pun terdorong untuk melakoni bisnisnya dengan penuh gairah dan penuh semangat.

Tidak heran kalau ada unit usaha yang membuka layanan sampai larut malan, seperti layanan yang dilakukan oleh Mal -- Mal dan pasar ritel lain termasuk unit usaha dibidang kuliner yang ada di Kota -- Kota besar termasuk di Kota  Palembang pada khususnya dan di Sumatera Selatan pada umumnya.

Jika selama ini kita kenal dengan layanan pelaku unit bisnis tertentu saja yang membuka layanan bisnisnya sepanjang hari atau layanan 24 jam. Seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang membuka layanan 24 jam, Rumah Sakit dan apotik yang membuka layanan 24 jam.

Namun, kini unit bisnis  yang memberikan layanan sepanjang hari atau layanan 24 jam sudah mulai bertambah. Sebut saja misalnya layanan unit bisnis ritel, Alfamart dan Indomaret. 

Di Kota Palembang dan Kota -- Kota lain di negeri ini, Alfamart dan Indomaret sudah banyak yang membuka layanan 24 jam. Tidak hanya itu, sekarang kafe -- kafe dan warung -- warung kecil yang menjual makanan dan minuman pun terkadang sudah membuka layanan 24 jam.

Kemudian warung -- warung makan di rest area, di halte -- halte bis antar Kota pun memanfaatkan peluang tersebut. Mereka tahu kalau di kawasan tersebut akan ada konsumen selaku penumpang bus atau konsumen mobil -- mobil pribadi yang berhenti di rest area  dan di halte -- halte tersebut.

Singkat kata, dimana ada calon konsumen, kapan saja dan dimana saja, dengan serta merta  pelaku  bisnis tersebut   akan "memburu" konsumen tersebut. Ini merupakan salah satu manifestasi "konsumen adalah raja". 

Bak singa sana sang Raja, ia harus dituruti, dipenuhi dan dilayani. Konsumen harus dituruti, konsumen harus dilayani, konsumen harus dimanjakan dan termasuklah konsumen pun harus disanjung.

Sehubungan dengan itu, bukan tidak mungkin, nanti ke depan Mal -- Mal juga akan buka  sampai larut malam bahkan sampai pagi. Ini semua dalam rangka, memenuhi keinginan pasar, dan dalam rangka menjaring konsumen yang disiang hari sibuk dan atau tidak punya waktu.

Tidak heran, kalau aktivitas di tempat -- tempat berbelanja, baik yang sudah ada maupun unit bisnis baru yang ada   di jalan -- jalan, dikampung -- kampung, disudut -- sudut kota terlihat ramai di malam hari, karena dimalam hari justru akan  berlangsung transaksi jual beli, terutama untuk barang makanan, kondisi ini menunjukkan bahwa diwaktu malam ada  pasar yang yang dilakoni oleh pelaku  bisnis tersebut.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa naluri bisnis masyarakat mulai timbul akibat dorongan kondisi yang ada, pedagang yang menggelar   barang dagangannya dimalam hari, karena memang ada sekelompok konsumen yang hanya sempat berbelanja di malam hari. Kemudian, memang konsumen berbelanja  barang makanan dan minuman di malam hari sekalian untuk mengisi waktu luang dan memanfaatkan waktu istirahatnya.

Faktor Keamanan.

Bagi pelaku bisnis yang membuka unit bisnisnya sepanjang hari atau membuka layanan 24 jam dan atau membuka layanan bisnisnya dimalam hari, agar berhati -- hati dan atau dapat menjaga keamanan unit bisnisnya. 

Malam hari tersebut memang rentan, tidak sedikit unit bisnis yang membuka layanan di malam hari tersebut dirampok, uang hasil perolehan dari penjualan dilarikan pencuri dan terjadinya kejahatan lainnya.

Dalam hal ini, dipihak yang berkompeten, pihak pemerintah dapat menugaskan tenaga keamanan untuk jaga atau bertugas dimalam hari untuk memantau jalannya pasar di malam hari, pasar yang  berlangsung 24 jam tersbut dimalam hari-nya. Memang pelaku bisnis sudah menyediakan tenaga keamanan (satpam), tetapi mereka masih membutuhkan tenaga keamanan tambahan dalam rangka membantu mereka.

Bukankah, pelaku bisnis tersebut sudah memberikan  kontribusi kepada negeri ini, kepada daerah ini dalam bentuk menyerap tenaga kerja, membayar retribusi dan menggairahkan bisnis serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Kompensasi Lebih.

 Menurut pantauan saya, memang pegawai atau karyawan yang dipekerjakan untuk melakukan pelayanan dimalam hari tersebut adalah pegawai atau karyawan laki  - laki, tidak menugaskan yang perempuan. Seperti di SPBU, di Apotik. 

Namun untuk kompensasi yang diberikan kepada pagawai atau karyawan yang bertugas dimalam hari tidak ada salahnya kalau diberikan kompensasi lebih, apakah dalam bentuk incentif atau uang lembur atau apa saja nama-nya yang penting mereka mendapatkan tambahan dari kompensasi normal yang biasa mereka terima.

Maaf, bukan menggurui, mungkin pegawai atau karyawan yang bertugas di malam hari tidak ada salahnya kalau pelaku bisnis ingin memberikan semacam minuman penambah energi, atau susu. 

Pengalaman saya pada saat diberikan amanah sebagai salah satu jajaran manajemen (keuangan) di Rumah Sakit, saya anggarkan konsumsi sore dan malam hari untuk pegawai atau karyawan dan petugas medis. Selain benbentuk makanan juga minuman penambah energi.

Jaga Kontinuitas Usaha.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya, baik bagi pelaku bisnis maupun pemerintah dan pihak yang terkait lainnya, mari kita menjaga kontinuitas keberlangsungan bisnis yang dilakukan oleh pelaku bisnis di negeri ini, di daerah ini, agar kegairan bisnis dikalangan pelaku bisnis di negeri ini, di darah ini, tetap terjaga. 

Agar sesama pelaku bisnis yang ada terutama yang menjalankan bisnisnya di malam hari tersebut berjalan bergandengan dan tetap tercipta kemesraan. Sehingga pada akhirnya, harapan kita anak negeri ini, anak daerah ini, terus dapat menambah deretan  pelaku bisnis tersebut dapat terwujud, sehingga permasalahan pengangguran akan dapat teratasi. Semoga!!!!!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun