Mohon tunggu...
Amelia
Amelia Mohon Tunggu... Menulis Dengan Tujuan

Penulis amatir , mencari inspirasi dan terinspirasi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Bagaimana Penataan Ruang Kelas di Sekolah yang Tepat?

23 Januari 2024   21:59 Diperbarui: 26 Januari 2024   13:46 782
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: Menata ruang kelas. (Sumber: freepik.com via kompas.com)

Beberapa bulan lalu, sekolah anak saya mengadakan kegiatan penilaian kebersihan kelas dan terbaik. Dari jenjang kelas 1 - 6 SD. Kemudian, saya selaku orang tua murid ikut beberes kelas dan mempercantik kelas. 

Korlas kelas kemudian melakukan pengecekan perangkat kelas apa saja yang kurang , sehingga jika di perlukan, membeli perangkat yang kurang lengkap tadi.

Setelah penilaian di lakukan oleh tim guru. Ada beberapa kelas yang di nyatakan sebagai kelas terbaik. Hasil pengumuman tersebut, di nyatakan di grup WhatsApp kelas. 

Terjadi pembicaraan orang tua murid via chat di WhatsApp perihal kategori kelas terbaik. Salah satu nya elemen terbaik adalah, kehadiran pojok literasi / pojok membaca.

Nah, sebetulnya ruang kelas atau belajar yang tepat itu seperti apa ya? Sebagai seorang pengajar, saya memiliki beberapa referensi yang mungkin akan memberikan inspirasi bagi para pembaca Kompasioner di sini, yang juga beprofesi sebagai seorang guru. Walaupun pengadaan sarana prasarana di sekolah terkadang tidak mudah. 

Percayalah, saya pun pernah mengalami nya. Ketika saya memerlukan sebuah lemari untuk menyimpan hasil karya anak - anak di kelas seni, membutuhkan waktu sekitar hampir 1 tahun pengajuan lemari tersebut sampai akhir nya hadir di ruangan saya. 

Berikut referensi saya pribadi ruangan kelas yang tepat, nyaman dan fungsional. 

1. Ruang Kelas Bertema 

Ilustrasi kegiatan pembelajaran di sebuah kelas (Foto : Dok Depoedu)
Ilustrasi kegiatan pembelajaran di sebuah kelas (Foto : Dok Depoedu)

Pemilihan cat warna di kelas juga mempengaruhi loh. Jika sekolah dasar umum nya menggunakan meja kayu yang berwarna gelap. Cat dinding cukup di cat dengan warna putih saja. 

Jika sekolah negeri gak bisa macem - macem dekorasi nya. Tapi kadang juga, ada sekolah negeri yang memperbolehkan mendekorasi kelas.

Di sekolah anak saya, project dari kepala sekolah mendandani setiap ruang kelas dengan melukis dinding kelas (mural) bertema. Sehingga ruang kelas terlihat menarik. 

Hal ini di berikan tanggung jawab kepada korlas setiap kelas untuk berdiskusi tema apa yang akan di lukis di dinding kelas. Sehingga, mural di kelas menambah semarak suasana belajar.

Ilustrasi ruang kelas bertema dengan interior dinding bermural (Foto : Dokpri Amelia, Tangkapan Layar Youtube SDN Ponja 2 , Tangsel)
Ilustrasi ruang kelas bertema dengan interior dinding bermural (Foto : Dokpri Amelia, Tangkapan Layar Youtube SDN Ponja 2 , Tangsel)

Ruang belajar yang menarik , tidak meriah dan keramaian pernak - pernik yang bergantungan di atas plafon, membuat suasana belajar tidak mudah terdistraksi. 

Sebetulnya, anak-anak juga tidak akan terpengaruh ruangan, karena mereka akan fokus belajar. Namun, jika ruang kelas memiliki elemen desain atau seni, seperti mural bertema. 

Akan ada nilai estetika dalam kelas tersebut. Sehingga, ada 'distraksi' positif bagi siswa untuk sekedar melihat lukisan dinding yang menarik. Mungkin saja mural itu dapat membuat anak didik merasa terinspirasi akan sesuatu, berimajinasi dan relaksasi hanya melihat gambarnya saja. 

2. Pojok Baca Dengan Konsep Perpustakaan Mini

Ilustrasi perpustakaan mini (Foto : Pinterest)
Ilustrasi perpustakaan mini (Foto : Pinterest)

Salah satu ruang yang membawa manfaat di dalam kelas adalah, pemanfaatan ruang untuk membaca buku. Dengan konsep perpustakaan mini. Perpustakaan mini tentu nya di isi dengan koleksi buku - buku yang menarik minat membaca anak.

Tentu nya perlu di lakukan survey kepada anak didik dan seleksi mengenai buku-buku yang di adakan di perpustakaan mini di kelas. 

Ilustrasi seorang siswa yang membaca buku (Foto : Dokpri Amelia, Tangkapan Layar Youtube SDN Ponja 2 , Tangsel)
Ilustrasi seorang siswa yang membaca buku (Foto : Dokpri Amelia, Tangkapan Layar Youtube SDN Ponja 2 , Tangsel)

Jadi bukan saja tempat nya yang mumpuni, namun, koleksi buku nya juga harus sesuai. Sehingga tidak sia -'sia semua usaha yang sudah di lakukan.

3. Memajang Hasil Karya Siswa

Ilustrasi hasil karya menggambar anak yang di pajang (Dok : BrightStarLabels)
Ilustrasi hasil karya menggambar anak yang di pajang (Dok : BrightStarLabels)

Saya pernah di situasi dimana dilema melanda ketika hendak memajang hasil karya siswa di ruangan saya. Ketika itu kepala sekolah berpesan bahwa, jika saya selaku guru bidang studi seni rupa di haruskan memajang hasil karya siswa tanpa memaku dinding karena akan menimbulkan kerusakan. Pilihan nya adalah, di bor. 

Kemudian saya pakai konsep ini, dibor dan direntangkan tali jemuran beserta penjepit kertas , sehingga memajang hasil karya siswa seperti konsep menjemur pakaian. 

Cara ini berhasil dan menarik perhatian kepala sekolah serta anak didik. Sebetulnya cara ini tidak hanya bisa di lakukan di kelas seni. Di kelas mata pelajaran lain pun dapat di lakukan. 

Jika anda guru sekolah menengah ke atas, cara mendisplay karya siswa bisa seperti konsep, Mini Art Exhibition di luar kelas atau saya memakai konsep display sidang akhir Desain Komunikasi Visual ketika kuliah dulu. 

Ilustrasi sebuah art exhibition di depan kelas (Sumber: bulletinboardstoremember.blogspot.com)
Ilustrasi sebuah art exhibition di depan kelas (Sumber: bulletinboardstoremember.blogspot.com)

Jika sarpras sekolah tersedia sebuah papan mading, anda dapat menggunakan semaksimal mungkin dalam berkreasi memajang hasil karya siswa. Karena saya adalah guru seni, saya di tuntut untuk dapat memajang hasil karya siswa dengan menarik. 

Bukan saja untuk keperluan kelas, namun, display seni juga dapat di gunakan sebagai perangkat pelengkap sekolah ketika tim akreditasi datang untuk menilai sekolah. 

Ilustrasi display karya berupa kata - kata motivasi (Sumber: simplyfutbol.com)
Ilustrasi display karya berupa kata - kata motivasi (Sumber: simplyfutbol.com)

Nah, bagaimana dengan guru mata pelajaran lain? Sebetul nya hasil karya siswa yang di pajang tidak hanya seni rupa, namun mapel lain seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pun bisa loh. 

Bahkan science saja juga bisa menarik dengan membuat typografi rumus - rumus Fisika dan Kimia berwarna warni tampil lebih eye catching. 

Alhasil.selain ruang belajar yang lebih semarak dan menyemangati, berisi hal - hal sederhana yang inspiratif, anak didik pun merasa di hargai karena hasil karya nya di pajang oleh sang guru. 

Pernah suatu waktu, saya memajang semua hasil karya siswa di ruangan saya. Tanpa terkecuali. Mau hasil karya nya bagus atau tidak, inti nya saya pajang semua. Ternyata, salah satu anak didik saya merasa tersanjung. 

"Wah hasil karya saya ko di pajang , bu? Saya kira yang bagus - bagus aja yang di pajang, ?". Tanya anak tersebut. 

Saya menjelaskan bahwa, semua hasil karya siswa adalah unik dan berbeda. Tidak ada yang bagus dan jelek. Jadi saya pajang semua. Anak tersebut merasa senang dan di hargai karena perhatian yang menurut kita kecil. 

Jadi, 3 hal di atas merupakan esensi utama dalam menata ruang kelas yang tepat , menurut versi saya. Walaupun ini sebatas ide , semoga saja tulisan saya ini bermanfaat membawa ide ide segar dalam keseharian mengajar di kelas. 

Terkadang kesibukan guru yang tidak ada habis nya, membuat beberapa detail kecil bermakna lewat begitu saja. Maka 3 hal di atas dapat menambah semarak pembelajaran di kelas, tanpa banyak distraksi yang mengurangi kenyamanan. Guru dan murid bisa saling menginspirasi dan saling menghargai. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun