Mohon tunggu...
Konstantinus Aman
Konstantinus Aman Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis, Petani dan Guru Kampung (PPG)

Pewarta suara minor dari kampung.

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Begini Keseruannya ketika Anda Menikmati Libur Lebaran di Desa Wisata Loha

10 April 2024   06:25 Diperbarui: 10 April 2024   17:20 775
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret Seorang wisatawan domestik yang berpose membelakangi kolam sungai air terjun Cunca Namo (dokumentasi pribadi)

Lebaran sejatinya jalan spiritualitas untuk kembali ke jati diri yang lebih luhur dan suci atau lumrah disebut dengan kembali ke Fitrah. 

Oleh karena itu, tidaklah keliru bila perjalanan diri menuju ke yang fitrah itu tidak hanya ditempuh lewat kepatuhan pada kewajiban agama semata melainkan kepada hal yang lebih universal dan salah satunya adalah menikmati keindahan alam yang penuh dengan kesan misteri yang tersembunyi di dalam tampilan eksotis.

Kali ini, penulis hendak membeberkan fakta keindahan alam serta kekayaan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat di desa wisata Loha.

Sedikit perkenalan singkat mengenai desa wisata Loha.

Desa wisata Loha merupakan salah satu desa yang menjadi tujuan wisata terunik yang ada di kecamatan Pacar, Manggarai Barat, Flores-NTT.

Status wisata dari desa ini telah diperkenalkan sejak tahun 2020 silam. Dan sampai sekarang keberadaannya masih tetap eksis, unik dan asli. 

Selengkapnya anda bisa simak pada tulisan saya sebelumnya:

https://www.kompasiana.com/amandconstantino8623/636d9b6d494347302365f412/desa-wisata-loha-eksotisme-alam-dan-budaya

Sedikit review dari tulisan sebelumnya, bahwa ada dua keunikan yang anda dapatkan ketika berkunjung ke sini, yakni pesona alamnya dan lanskap kebiasaan dan kebudayaan dari masyarakatnya. 

Untuk faktor alamnya ada dua spot alam yang cukup terkenal di sini yakni air terjun yang bernama Cunca Namo dan gua alam dan yang dikenal dengan nama Nua Waka. Sedangkan pesona eksotis pendukung lainnya adalah keindahan areal persawahan milik warga lokal yang juga memantik kesan eksotis tersendiri bagi pengunjung.

Potret warga lokal berpose membelakangi air terjun Cunca Namo (dokumentasi pribadi)
Potret warga lokal berpose membelakangi air terjun Cunca Namo (dokumentasi pribadi)

Potret alam di sekitar air terjun Cunca Namo (dokumentasi pribadi)
Potret alam di sekitar air terjun Cunca Namo (dokumentasi pribadi)

Dari faktor kebiasaan dan kultur masyarakat lokal yang sangat khas dengan adat istiadat Manggarai, para pengunjung akan disuguhi oleh atraksi-atraksi budaya setempat, seperti aneka macam ragam tarian adat khas Manggarai dengan segala pesan kehidupan yang dapat ditimba darinya.

Juga kebiasaan masyarakat lokal khususnya dalam aktivitas keseharian yang memegang teguh prinsip komunalisme. 

Seperti bergotongroyong dalam membuka areal perkebunan yang dikenal dengan istilah Dodo.

Potret warga yang tengah membuka lahan tani secara bersama-sama atau yang biasa disebut 'dodo' (dokumentasi pribadi)
Potret warga yang tengah membuka lahan tani secara bersama-sama atau yang biasa disebut 'dodo' (dokumentasi pribadi)

Kemudian para pengunjung juga akan disuguhkan dengan pekerjaan pokok warga seperti "Pante Tuak"; pekerjaan untuk menghasilkan minuman beralkohol yang dikenal dengan nama sopi atau tuak atau arak lokal, dan "Pante Minse"; yakni pekerjaan untuk menghasilkan gula aren lokal.

Proses pembuatan gula aren (dokumentasi pribadi)
Proses pembuatan gula aren (dokumentasi pribadi)

Para pengunjung akan diarahkan untuk menikmati proses penyulingan nira jadi sopi atau nira jadi gula aren secara lengkap dalam nuansa tradisional. Selain pengetahuan lokal yang didapat juga produk nya dapat dinikmati secara langsung seperti bagaimana 'puyeng'nya ketika menyeduh sopi atau arak lokal dan bagaimana manisnya air nira dan gula air yang asli tanpa terkontaminasi dengan pengawet kimia yang beracun itu. Heu-heu.

Selain mengunjungi spot proses pembuatan arak dan gula aren tersebut, juga para pengunjung akan menikmati paket wisata lainnya yaitu agrowisata seperti bagaimana para pengunjung akan menyaksikan secara langsung pola budidaya tanaman vanili dari warga tani setempat. 

Potret petani vanili sedang memupuk tanaman vanili (dokumentasi pribadi)
Potret petani vanili sedang memupuk tanaman vanili (dokumentasi pribadi)

Proses pengeringan buah vanili (dokumentasi pribadi)
Proses pengeringan buah vanili (dokumentasi pribadi)

Vanili memang sudah menjadi tanaman agrowisata yang cukup terkenal dari desa ini, ditambah pula jenis-jenis komoditas lainnya. Juga akan mendapatkan jenis-jenis produk turunan lainnya yang terbuat dari vanili. Salah satu yang paling terkenal adalah lilin dengan racikan aroma Vanili yang khas. Cocok untuk meditasi, healing, berdoa,. suasana romantik dan lain sebagainya.

Lilin dengan aroma Vanili (dokumentasi pribadi)
Lilin dengan aroma Vanili (dokumentasi pribadi)

Bagi bapa dan mama yang ingin menyaksikan secara langsung bagaimana proses pembuatan tikar atau keranjang dengan bahan dasar dari alam, topi koboi khas desa Loha semuanya ada di desa wisata Loha ini.

Potret seorang tamu wisata menggunakan topi koboi khas desa Loha (dokumentasi pribadi)
Potret seorang tamu wisata menggunakan topi koboi khas desa Loha (dokumentasi pribadi)

Potret produk lainnya (dokumentasi pribadi)
Potret produk lainnya (dokumentasi pribadi)

Dan tidak hanya itu, satu hal lagi yang membuat para pengunjung semakin betah bila berkunjung ke sini yaitu, goyang rame-rame dengan ragam asli daerah Manggarai atau ragam menari dari daerah lainnya yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur ini. 

Suasana plus lainnya yang akan dinikmati pengunjung di sini adalah keramahtamahan serta senyum manis dari bapa dan mama serta nona-nona manis yang terpancar serta kemolekan mereka ketika dibalut dengan kain tenun songket Manggarai yang terpesona.

Terakhir yang paling memikat juga adalah bagaimana nikmat dan renyahnya masakan sebagai simbol dari kuliner lokal dari masyarakat setempat. Ada banyak jenis masakan tradisional dengan bahan-bahan yang sederhana namun sungguh 'menikam' lidah dan lambung. Bisa-bisa kuping hilang orang bilang.

Dokumentasi pribadi 
Dokumentasi pribadi 

Sebut saja misalnya, nasi bobo, ute lomak, ikan bobo, camilan serabe dan masih banyak jenis lainnya yang akan disuguhkan secara khusus bagi para pengunjung yang datang.

Potret hasil masakan sebagai kuliner lokal di desa wisata Loha (dokumentasi pribadi)
Potret hasil masakan sebagai kuliner lokal di desa wisata Loha (dokumentasi pribadi)

Akses ke desa wisata Loha

Bagi para pengunjung yang datang dari arah barat khususnya dari Labuan Bajo, ada dua moda transportasi menuju desa wisata Loha yakni dengan travel ataupun dengan sepeda motor dengan tarif minimal 75. 000 rupiah per orang. 

Para pengunjung akan di drive ke arah Timur dengan melintasi jalur yang sangat nyaman dengan suasana alam di sepanjang lintasan yang sejuk dan asri.

Jarak yang akan ditempuh kira-kira 30 Km dari Labuan Bajo. 

Saya menjamin, para pengunjung akan dikenyangkan dengan pesona alam yang masih asri dan juga hamparan persawahan yang menghijau. 

Jadi, mau tunggu apalagi. Khususnya di momen liburan lebaran ini, suguhan pesona desa wisata Loha akan menambah kefitrahan anda semua.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun