Saat ini manusia tengah dihadapkan oleh fenomena pandemi virus covid-19. Munculnya pandemi covid yang melanda dunia ini memberikan dampak perubahan pola pikir dan perilaku keseharian yang tidak seperti biasanya. Misalnya adanya peraturan untuk tetap tinggal dirumah saja, work from home (bekerja dari rumah), kegiatan belajar mengajar dari rumah, belanja dari rumah dan lain lain.
Selain itu pandemi covid juga memberikan dampak perubahan cara dan proses komunikasi bagi seseorang. Pakar komunikasi, Aidil Haris Menyebutkan bahwa pandemi covid-19 ini telah mengubah proses interaksi yang dilakukan antar manusia. Interaksi tidak lagi hanya mengandalkan secara face to face, tetapi sudah memanfaatan tegnologi komuniasi dalam setiap interaksi. Hal ini menandakan bahwa revolusi komunikasi telah memberikan dampak yang begitu besar terhadap interaksi antar manusia sejak pandemi covid-19 melanda.
Bahkan, kehadiran tegnologi informasi dan komunikasi saat ini menjadikan gaya hidup baru bagi umat manusia. Adanya revolusi komunikasi saat ini dilakukan agar masyarakat semakin efektif dalam mewujudkan proses komunikasi guna menghindari penyebaran virus covid-19.
Menurut Zamroni, (2009) revolusi komunikasi dan informasi melanda dunia membawa dampak negative dan positif. Implikasi ini nantinya akan berdampak pada bidang sosial, politik dan ekonomi.
Dampak positif dengan adanya revolusi komunikasi yang pertama adalah semenjak munculnya fenomena pandemi covid-19 mengakibatkan munculnya tegnologi-tegnologi baru dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari mereka. Semenjak adanya pandemi, hampir sebagian besar kegiatan masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan tengnologi, contohnya dalam kegiatan belajar mengajar. Proses komunikasi di saat pandemi ini mengubah cara belajar mengajar dalam dunia pendidikan.
Pada awal penyebaran virus covid-19 tahun 2020, pemerintah menerbitkan surat edaran terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Pemerintah menginfokan bahwa proses pembelajaran semasa pandemi dilakukan melalui sistem daring baik itu komunikasi secara verbal yakni chat maupun secara virtual dengan cara memanfaatkan berbagai aplikasi maupun web untuk proses komunikasi.Â
Aplikasi atau web yang dapat digunakan untuk berkomunikasi secara virtual dalam proses pembelajaran adalah e-learning. E-learning merupakan suatu aplikasi atau web yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk proses pembelajaran online dengan memanfaatkan tegnologi informasi sebagai sarana belajarnya.Â
Sama seperti prinsip online pada media lainya, proses belajar mengajar dalam e-learning dapat dilakukan siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Selain menggunaan media e-learning, proses pembelajaran dimasa pandemi juga dapat menggunakan sarana media seperti WhatApp dan telegram serta video conference seperti Zoom, google meet, webex, dll.Â
Contoh yang kedua adalah dalam kegiatan work from home. Fenomena work from home atau kerja dari rumah merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penularan virus Covid-19. Work from home identik dengan melakukan pekerjaan kantor, rapat diskusi, dan rapat koordinasi dengan rekan atau mitra kerja dari rumah masing-masing setiap pegawai secara online.Â
Rapat online atau meeting virtual adalah salah satu cara yang efektif untuk memastikan kolaborasi tim tetap berjalan selama kebijakan work from home diberlakuan. Adapaun pilihan media komunikasi dan meeting virtual yang dapat digunakan secara gratis adalah skype, google meet, zoom, dll.
Dampak positif yang kedua adalah kemudahan dalam penyebaran informasi, dengan adanya media televisi ataupun gadget, masyarakat dapat dengan mudah mendapatan berbagai informasi maupun pegetahuan terkait dengan perkembagan pandemi virus Covid-19. Namun, terdapat media lain yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat dalam melakukan penyebaran informasi yaitu sosial media. Sosial media dapat menjadi wadah dimana informasi terkait virus Covid-19 dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkait dengan pencegahan virus Covid-19 dapat disebar melalui platform sosial media.
Selanjutnya dampak positif yang ketiga adalah adanya fitur order makanan secara online. Dengan adanya fitur tersebut maka dapat menjadi dampak yang positif jika digunakan dengan benar karena dapat mempermudah setiap orang dalam order makanan. Adanya bantuan fitur tersebut maka driver ojek online tetap dapat mendapatkan penghasilan dari pesan makanan secara online karena penurunan jumlah pelanggan akibat diberlakukannya wor from home dan pembelajaran dari rumah.
Dampak positif dengan adanya revolusi komunikasi yang keempat adalah adanya pembayaran yang dilakukan secara digital. Orang-orang lebih memilih untuk menggunakan pembayaran secara digital untuk urusan pembayaran seperti layanan delivery makanan, isi ulang pulsa, paket data, belanja online, tagihan listrik, transfer, dan lain sebagainya. Mengunakan pembayaran digital selain lebih praktis juga menghindari resiko penularan virus lewat uang tunai. Beberapa metode pembayaran digital yang sedang marak digunakan adalah Dana, m-banking, i-wallet, dan lain sebagainya.
Adanya dampak positif tentunya akan selalu berdampingan dengan adanya dampak negatif. Dampak negatif dengan adanya revolusi komunikasi yang pertama adalah berkurangnya lapangan pekerjaan. Guncangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi covid berimplikasi pada meningkatnya jumlah pengangguran. Salah satu penyebabnya adalah setelah pandemi muncul banyak perusahaan yang menciptakan robot sebagai pengganti pekerja, sehingga banyak pekerja yang dirumahkan dan di-phk. Hal itu berakibat pada kurangnya lapangan pekerjaan.
Dampak negatif yang kedua adalah menurunnya kegiatan ekonomi akibat pembatasan aktivitas di luar rumah. Hal ini berdampak pada melambatnya roda perekonomian masyarakat. Dampak ini sangat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah termasuk pedagang kecil. Banyak warung yang terpaksa tutup karena tidak ada pembeli yang datang. Sebenarnya masalah ini dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti melakukan penjualan secara online dan mempromosikan usaha melalui media sosial.
Dan dampak negatif yang terakhir adalah pembobolan data akun beberapa e-commerce. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang beraktifitas di rumah sehingga membuat transaksi e-commerce berkembang pesat dan sumber daya uang berputar hebat. Aktifitas tersebut menarik para hacker untuk melakukan pelanggaran dengan melakukan pencurian data dan uang dari e-commerce.
Mau tidak mau, suka tidak suka, harusnya kita mulai menyadari bersama, bahwa suatu saat posisi kita akan tergantikan oleh tegnologi. Kita harus mulai berani dan bisa meninggalkan cara-cara tradisional menuju era industri 4.0. Dengan adanya perkembangan tegnologi dan masyarakat dapat terbiasa menggunaan tegnologi tersebut, maka akan lebih memudahkan masyarakat dalam menjalani pekerjaan maupun pembelajaran secara jarak jauh.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H