Mohon tunggu...
Aluzar Azhar
Aluzar Azhar Mohon Tunggu... Freelancer - Penyuluh Agama Honorer

Berbuat baik kok malu, jadi weh ...

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Hanya

14 Januari 2017   02:24 Diperbarui: 14 Januari 2017   13:56 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

aku ingin berpuisi

tapi hurufhuruf habis oleh harga cabai

yang digadai spekulan salahkan alam

wih warawiri kini

dari anak es de hingga bibit dari be i

aku ingin berpuisi

tapi katakata raib oleh bubung bensin

yang dimainin mafia sejak hulu

wow apologi trendi

mulai te de el sampai es te en ka

puisiku ingin menyengat pedas cabai

tohok muruah daging biar dikenang

puisiku ingin menjerit cicit teko

dongkel gas tiga kilo biar didengar

tetapi sesungguhnya

aku ingin berpuisi hanya

dan puisiku melagu

seperti melati dari jayagiri

seperti cinta sejati

meski merendah

meski profan

karena aku sekadar hurufkata

itupun pinjaman bahkan mencuri

bdg, 20170112

c.q. ‘puisi’ ini pernah di-share di grup facebook “Proisi” @20170112.

n.b. setiap peristiwa, ada hikmahnya …

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun