Mohon tunggu...
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto Mohon Tunggu... Guru - Menjadi orang biasa yang menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis untuk perubahan yang lebih baik

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Maaf..

16 Juli 2015   05:31 Diperbarui: 16 Juli 2015   05:37 58
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

kami memang buruh di Tangeran, buruh pabrik dan kami dapat UMR

kami senang , tetapi setiap lebaran ada beban di hati yang tidak bisa dilupan dlam dada ini

"kok diam ? aku amau pesan tiket Keretanya di mini market aku bayari saja ya jo?"

"hm...jangan ini uangku" dia pergi menyetater motornya dan blas...lewat pergi

aku hanya punya satu persoalan dalam hidup ini

sendiri itulah bila di Bantul sepi,

dan aku ada kenangan tidak dilupakan, ada janda anak 3 yang pernah aku cintai semakin cantik sampai sekarang juga belum bersuami lagi, tetapi simbok bapak tidak mau, karena dia janda

dan ku tidak bisa lupakan sejuta rasa cinta ini pada war gadis cantik yang kucintai tetapi sudah dijohin orang tuanya

klise, tetapi nyata inilah hidup, rejeki, dan jodoh , mati adalah Allah swt yang tentukan

ya semua harus berubah di fitri ini

aku berjanji harus berubah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun