Mohon tunggu...
Al Johan
Al Johan Mohon Tunggu... Administrasi - Penyuka jalan-jalan

Terus belajar mencatat apa yang bisa dilihat, didengar, dipikirkan dan dirasakan. Phone/WA/Telegram : 081281830467 Email : aljohan@mail.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Menyusuri Lawe Alas, Sungai Terpanjang di Aceh

10 Maret 2021   10:57 Diperbarui: 12 Maret 2021   21:35 1524
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aliran sungai ini panjangnya sejauh 366 km, mengalir dan membelah Taman Nasional Gunung Leuser dan berujung di Samudera Indonesia.

Uniknya sungai ini mempunyai beberapa nama. Di Gayo Lues, masyarakat setempat menyebutnya dengan Aih Agusen atau Aih Betong. 

Nama Lawe Alas atau Sungai Alas hanya dikenal di wilayah Aceh Tenggara. Sementara di Aceh Singkil namanya berganti menjadi Sungai Singkil dan di Kota Subulussalam masyarakat menyebutnya dengan Lae Soraya.

Sisi lain pemandangan Sungai Alas (Foto pribadi)
Sisi lain pemandangan Sungai Alas (Foto pribadi)
Ketika saya berkunjung ke Blangkejeren, saya tanya ke teman yang merupakan penduduk setempat, di mana letak Sungai Alas, dia mengatakan tidak tahu. Di wilayah Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues memang tidak ada Sungai Alas, yang ada Aih Agusen atau Aih Betong.

Mengandung Emas

Bebatuan di sepanjang Sungai Alas cukup bagus bentuknya. Istri saya senang sekali mengumpulkan bebatuan yang bentuk dan warnanya beragam. Dia tidak mengambil batu, hanya memotret saja. Di zaman batu akik menjamur dulu, kayaknya batuan dari wilayah Aceh juga banyak dicari orang.

Ada yang sedang mencari batu (Foto pribadi)
Ada yang sedang mencari batu (Foto pribadi)
Di bulan Januari 2021 lalu, masyarakat di wilayah Kecamatan Darul Hasanah dan Ketambe, banyak mendatangi Sungai Alas untuk mendulang emas.

Mereka mendulang emas dengan cara tradisional menggunakan wajan atau kuali. Pemeritah daerah setempat melarang warga menggunakan air raksa dan alat berat eksavator dalam melakukan pendulangan tersebut.

Keuntungan yang didapat dari pekerjaan ini cukup besar. Ada warga yang mengaku bisa mengantungi pendapatan sebesar Rp 1 juta dalam sehari. Yang lainnya mengaku mendapat 100 ribu hingga 300 ribu rupiah. Mereka menjual biji emas yang didapat di pasar Pagi Kutacane.

Betah Berlama-lama di Sungai Alas

Pada suatu pagi, saya dan istri menyempatkan diri jalan-jalan di sekitar Sungai Alas. Seperti 31 tahun lalu, saya bisa menikmati betul kesegaran air Sungai Alas dan pemandangan indah yang mengitarinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun