Hallo namaku Salsa. Minggu pagiku sudah disambut dengan suara-suara barang bergeser di ruko kosong di sebelah rumah. Aku yang merasa terganggu segera berlari ke Ayahku yang sedang menanam bibit cabai di depan rumah.
"Ayah, siapa yang akan menempati ruko kosong di samping rumah kita?" tanyaku pada Ayah.
"Oh, itu, Sal. Ada pedagang batagor yang menyewa ruko samping rumah kita selama satu tahun," jawab Ayahku.
"Wah, akhirnya ada penghuninya juga ruko itu, Yah."
"Sudah, sana bantu Ibumu di dapur. Ayah akan menyapa penyewa ruko itu dulu."
Aku menuruti Ayah untuk membantu Ibu di dapur memasak sarapan untuk kami bertiga. Di sela kegiatan memasakku bersama Ibu, aku bertanya pada Ibu.
"Bu, kok tumben sekali ada yang menyewa ruko sebelah rumah kita? Padahal daerah rumah kita kan termasuk daerah yang sepi untuk berjualan."
"Mungkin mereka mau membuka pasaran baru di daerah kita, Sal," jawab Ibuku.
Aku mengangguk-angguk mendengar jawaban Ibuku.
Beberapa hari kemudian, pedagang batagor di ruko dekat rumahku mulai berjualan. Aku penasaran sekali dengan rasa batagor itu. Suasana ruko yang digunakan untuk berjualan sangat bersih, barang-barang yang digunakan terlihat baru semua. Spanduk "Batagor Mang Apip" juga terpampang jelas di depan rukonya. Dengan langkah kecilku, aku berjalan ke arah ruko Mang Apip.
"Permisi, Mang Apip, aku mau batagornya satu porsi saja, pedas ya, Mang," kataku pada Mang Apip.