Mohon tunggu...
Alin FM
Alin FM Mohon Tunggu... Penulis - Mencoba

Mencoba menjadi untuk jadi penulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Sahabat ke Roma

21 Oktober 2022   15:58 Diperbarui: 21 Oktober 2022   16:06 217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

  Anak adalah bagian sempurna dalam hidup. Dari anak, kita belajar kehidupan. Terus menempa diri untuk menjadi lebih baik sebagai seorang ibu. Bersandar kepada Allah Azza wa Jalla Sang Pemilik kehidupan, mempercayakan kita untuk mengurus sosok istimewa ciptaanNya.Sebagai seorang Ibu dari 5 Anak, akupun bersyukur kepaDa Allah. Dapat kepercayaan lebih untuk mengemban amanah cinta sejati, 5 Anak Istimewa. Bagiku memandang anak adalah kebahagiaan tersendiri. Melihat mereka ceria, bermain dan belajar kehidupanAkupun bersyukur mendapat anak pertama laki-laki  dia bernama Taqiy. Sosok anak ceria, ramah , supel dan cerdas. Anak ini sering mengajariku banyak hal. Termasuk bangun pagi dan kedekatannya dengan masjid. Dia sering bangun pagi sendiri.

Suatu pagi, saat adzan Subuh berkumandang dia bangun sendiri, lalu berkata "Mi, abang sholat subuh di masjid ya". Dengan semangat dia wudhu dan pakai baju koko lalu berlari ke masjid. Sontak rasa takut menyelemutiku..sambil berdoa kepada Allah SWT Sang Maha Pelindung. Menyerahkan semua kepada Allah "jaga dia Ya Allah".

Disinilah taqiy pertama kali bertemu rayyan. Taqiy bercerita bahwa ada anak yang sholat subuh juga. Taqiy pun gembira karena ada teman.

Sejak saat itu mereka sering sholat jamaah di masjid. Rayyan lebih rajin ke masjid dari taqiy. Bahkan tidak pernah absen untuk sholat berjamaah. Sosok Istimewa anak SD rajin ibadah, mengaji dan menghafal Al Qur'an.

Di awal persahabatan mereka, sangatlah luar biasa. Kala itu taqiy sering di ganggu didrik pada sholat maghrib. Didrik sering memukul taqiy bahkan merusak payung yg dibawa di masjid. Namun taqiy tak menangis karena sepulang dari masjid, taqiy diantar rayyan dan mamanya. Dan menghibur taqiy. Masya Allah.

Taqiy lalu bercerita dan berkata "ummi ayo tegur didrik biar tidak ganggu abang lagi". Akupun memenuhi permintaannya keesokan harinya. Mengamati taqiy ketika sholat maghrib. Ketika selesai sholat akupun bertanya, "mana didrik, ternyata dia tidak ada. Malah ada rayyan yang akrab dengan taqiy. Akhirnya Mereka sering sekali bermain dan sholat berjamaah di masjid.

Lalu beberapa hari kemudian. Aku dan taqiy bertemu didrik tidak sengaja di jalan. Aku menegusnya dan didrik tidak penah lagi mengganggu taqiy.

Rayyan adalah sosok anak lstimewa bagiku. Anak yang sering mengajak taqiy ke masjid. Sebelum adzan berkumandang atau sesudahnya akan terdengar panggilan "taqiy"  dengan nada yang khas. Sampai sekarang, aku kangen suara itu.

Taqiy dan Rayyan menjadi sahabat. Insya Allah Sahabat sampai surga. Alhamdulillah rizki minnallah, anak baik untuk sahabat anakku. Allah SWT mengirimnya untuk selalu mengingatkan sholat.

Umar bin Khattab pernah berkata,

"Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat." [Quutul Qulub 2/17]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun