Kubawakan aneka cantik dan mewangi bunga-bunga terbaik
kenanga, kantil, melati, mawar merah, mawar putih, melati gambir, hingga sedap malam
Untuk Kupersembahkan pada sepi pusara
Riuh gemuruh peristiwa
Lakon terkini anak cucu
Menenggelamkan heroikmu dalam perut bumi
Diantara ratusan juta generasi
Hanya beberapa mengilhami
Kami pun hanya mampu menyebut-nyebut namamu dengan sangsi
Berbangsa dan bernegara pancasila
Konon katanya kehidupan idaman
Namun kini menjelma panggung orkestra
Semua berebut naik podium
Menyayikan lagu-lagu penghibur
Untuk diri dan kaumnya sendiri
Lalu pada sepi pusaramu, Kau mengigau:
Jangan tuliskan aku sebagai pahlawan
Catatlah nama-nama mereka yang kini jadi penghianat
Balikpapan, 6 Agustus 2022
Ali Musri Syam Puang Antong
Baca Juga.
Puisi Sebelumnya: Rida Menerima
Puisi Pilihan: Sebuah Tanya di Suatu Senja
Puisi Pilihan Lainnya: Sendiri dalam Rinai Hujan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI