Mohon tunggu...
Alien Tri
Alien Tri Mohon Tunggu... -

life is good

Selanjutnya

Tutup

Sosok Artikel Utama

Sebaiknya Jangan Moeldoko

9 Mei 2018   01:34 Diperbarui: 9 Mei 2018   11:32 3592
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siapa yang tepuk tangan? Tentu saja pihak-pihak yang ingin melihat Moeldoko yang bintangnya bersinar terang kala itu menjadi redup dan runtuh wibawanya.

Ini baru satu contoh soal pernyataan kontroversial Moeldoko ketika berkomentar di media.

Contoh lain adalah ketika ia mengomentari soal aturan jilbab bagi anggota TNI wanita. Simpel tapi langsung meledak. Apa kata dia? "Kalau mau pakai jilbab, tinggal pindah ke aceh."

Sontak saja pernyataan itu membuat rakyat gaduh dan memancing kemarahan publik, khususnya umat Islam.

Kedua, alasan yang didengungkan oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan "JODOH", adalah karena Moeldoko memiliki latar belakang militer, sehingga ia diyakini mampu mengimbangi kekuatan Prabowo.

Akan tetapi, sosok cawapres yang seperti ini (latar belakang militer) tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak yang saat ini dihadapi Jokowi. Jokowi butuh sosok pendamping yang paham dan mahir di bidang ekonomi.

Bukan apa-apa. Dalam dekade terakhir, kerja keras Jokowi selama hampir empat tahun, bangun infrastruktur di mana-mana, semuanya seolah tak dilihat dan tak dihitung hanya karena kurs Rupiah 'nyungsep' ke angka Rp 14 ribu lebih.

Terpuruknya nilai tukar rupiah ini terjadi saat Jokowi memiliki wakil presiden yang berlatar belakang ekonomi, dan Menteri Keuangan terbaik dunia. Apalagi jika wakilnya tidak mengerti ekonomi, bisa dibayangkan bagaimana ambruknya nilai tukar rupiah. Kemungkinan besar, sejarah 1998 akan terulang kembali.

Oleh sebab itu, Jokowi butuh sosok wakil yang paham betul soal ekonomi. Punya solusi membenahi nilai tukar rupiah dan perekonomian Indonesia. Bukan pendamping yang berlatar belakang militer atau bidang lainnya selain ekonomi.

Jadi, sebaiknya Jokowi jangan memilih Moeldoko sebagai Cawapresnya.

Sekian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun