Mohon tunggu...
Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Mohon Tunggu... Editor - Menjangkau Sesama dengan Buku

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. Editor, penulis dan pengelola Penerbit Bajawa Press. Melayani konsultasi penulisan buku.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Pilkada Serentak 2024: Lingkaran Setan dalam Dunia Politik dan Judi Online

24 November 2024   10:43 Diperbarui: 24 November 2024   10:43 189
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(meme wani piro yang legendaris hehe, olahan GemAIBot, dokpri)

(pilkada atau taruhan nih? olahan GemAIBot, dokpri)
(pilkada atau taruhan nih? olahan GemAIBot, dokpri)

Antusiasme Rakyat: Memilih atau Bertaruh?

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Pilkada, bagaimana seharusnya kita bersikap? Apakah kita sebagai masyarakat sudah siap memberikan suara yang bijak, atau justru terpancing untuk 'bertaruh' dalam permainan ini? Persiapan, diskusi, dan keberanian untuk memilih adalah kunci untuk memutus lingkaran setan ini.

Diawali dengan berkurangnya jari-jari yang bisa ditekan untuk mengganti profil WhatsApp dengan foto calon, mari kita gunakan jari-jari kita untuk meneliti visi-misi para calon, bukan hanya untuk scroll meme lucu tentang mereka! Bayangkan jika kita semua serius jadi 'detektif suara', sambil menyelidiki calon, kita bisa sambil nge-Viral dengan tagar #DetektifDemokrasi! Siapa tahu, bisa jadi tren baru: "Misi pemilihan suara ala Sherlock Holmes: menemukan calon terbaik di antara sekian banyak mulut manis." Jangan sampai kita malah sibuk jadi "penonton" di arena pertarungan, apa salahnya sekali-kali berkontribusi dan menampilkan momen epik dengan suara kita?

Jadi, Mari KITA Putuskan Lingkaran Setan Ini!

Saatnya bagi kita sebagai pemilih untuk tidak terjebak dalam godaan yang seolah-olah menjanjikan "keuntungan". Bersama, kita harus memerangi budaya korupsi dan judi politik. Mari sambut Pilkada 2024 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Jangan biarkan suara kita menjadi sekadar taruhan dalam permainan yang lebih besar.

Ironisnya, demokrasi kita ternyata musiman, datang hanya lima tahun sekali layaknya festival yang dibanjiri euforia sesaat. Di satu sisi, kita beramai-ramai berkontribusi suara, namun di sisi lain, yang menang malah berpesta pora sambil merayakan 'keberhasilan' mereka, seolah-olah kita ini cuma undangan untuk makan-makan di acara baking contest! Sementara kita yang kehilangan suara, hanya bisa menatap dari jauh sambil mengisap jari, merenungi sadung perut kosong tanpa balasan. Kita mesti ingat, suara yang kita berikan adalah investasi jangka panjang, bukan camilan singkat di acara pepotoan politik!

Bergabunglah dalam percakapan ini di Kompasiana! Ayo, bagi pendapat dan antusiasme kamu tentang Pilkada Serentak 2024. Gunakan label #PilkadaSerentak2024 agar lebih banyak orang terlibat!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun