John pulang ke Bangka dan mulai "hidup baru" dengan menjalankan hidup dan kerja kerasnya sebagai seorang guru, dengan seminggu dua kali cuci darah. Pengalaman hidup menjalankan cuci darah selama 13 tahun. Proses menjalankan tugasnya sebagai ASN pun tetap dijalankan.Â
Terakhir hingga pensiun tahun 2020, John bekerja sebagai seorang Pengawas di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. Terbayangkan, bagaimana seorang John menjalankan cuci darah seminggu dua kali, dan menjalankan tugasnya sebagai Pengawas di Dinas Pendidikan? Sungguh luar biasa John.Â
Dalam permenungan saya, saya yang selalu dekat denganmu, dalam proses sakitmu di RSU Daerah Kabupaten Bangka, saya bertanya diri: Ada apa dengan proses hidupmu ini semua? Luar biasa hidupmu, karena ditopang oleh iman yang John hayati. Doa adalah sumber komunikasimu dengan Yesus.
Ekaristi yang rajin John ikuti, makanan rohani yang menguatkan sakit dan luka-lukamu. Kekuatan Yesus telah mengokohkan tulang-tulang ragamu, untuk tetap terus berpartisipasi.
Dan akhirnya, bersama Timotius yang mendapat kekuatan dari Yesus melalui Paulus rasul Agung, saya pun mengucapkan bait ini: "Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (2Tim 4: 7). John, saya dan keluarga saya, mengucapkan terima kasih. Mohon maaf, atas segala kekuarangan saya Pak.
Selamat Jalan Pak, saya percaya Pak akan berjumpa dengan para kudus, keluarga pak, Rm. Gandung, Rm. Felix, Rm. Niko, Rm. Vincent, dan Mgr. Hila, dll. Berdendang pujian Komunio dalam satu KBG, KBG Pangkalpinang. ***
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H