Mohon tunggu...
Suryana Alfathah
Suryana Alfathah Mohon Tunggu... Freelancer - Santrizen Millenial

Kaum rebahan ras terkuat kedua di bumi

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Review Novel Pintu Terlarang: Cerita Psikologis dengan Plot Twist Berlapis

19 Maret 2023   19:47 Diperbarui: 19 Maret 2023   19:47 1191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ternyata novel nya tidak kalah bagus, malah lebih terasa mencekam daripada versi film. Kisah nya sama, yaitu menceritakan tentang Gambir seorang pematung yang sedang naik daun dan dia terjebak dalam konspirasi yang ada di sekelilingnya, terutama adanya "pintu terlarang" yang sama sekali tidak boleh ia buka. Lalu cerita beralih pada sudut pandang yang berbeda, yaitu kisah seorang anak yang menyebut dirinya "anak nakal". 

Kisahnya kurang lebih tentang "aku" yang mengalami kekerasan dan penyiksaan dari orang tua nya. Lalu sudut pandang beralih lagi kepada seorang jurnalis yang bernama Pusparanti yang sedang menyelidiki seorang korban kekerasan orang tua. Ketiga sudut pandang ini secara bergantian diceritakan yang mana pada akhirnya akan menuju suatu ketersambungan.

Gaya bahasa penulis nya sangat rapi dan enak dibaca. Benar-benar cocok untuk cerita yang bergenre misteri yang mana selalu menyimpan plot twist di akhir kalimatnya. Yang teramat unik adalah di bagian kalimat yang di ulang-ulang. Seakan akan menunjukkan bagaimana keadaan jiwa si penuturnya. Gambir yang sangat mencintai Talyda dan Talyda yang sangat mencintai kesempurnaan.

Semua karakter nya sangat solid dan tertata rapi. Penulis sangat pintar menyembunyikan rahasia di setiap karakternya. Cerita di dunianya Gambir, Pusparanti, dan Aku si anak nakal sangat mengalir dan tidak menyebabkan kebingungan. Tetapi justru membuat pembaca menebak-nebak apa yang sebenrnya hubungan dari ketiga cerita tersebut.

Adapun pesan dan maksud yang bisa saya tangkap adalah tentang isu-isu yang biasa terjadi di kota-kota besar. Khususnya aborsi dan child abuse (perlakuan tidak baik terhadap anak). 

Hal ini perlu menjadi perhatian oleh para remaja dalam pergaulan bebas dan juga oleh para orang tua yang mempunyai anak. Pada novel ini diceritakan bagaimana bahaya nya seorang anak yang menjadi korban child abuse. Tidak hanya luka fisik, tetapi juga mental dan jiwa nya pasti akan hancur. Bahkan sampai pada tahap tidak bisa disembuhkan.

Penyebab pelaku melakukan child abuse biasanya adalah karena ia juga adalah korban dari orang tuanya, sehingga ia melampiaskan kepada anak nya dan begitu juga seterusnya sampai lingkaran setan itu pun tak dapat diputus. Selain hal itu, berdasarkan cerita ini, korban child abuse adalah korban hasil hubungan gelap yang mana kelahirannya pun tak diinginkan. Maka si orang tua melampiaskan hasrat nya kepada anak "haram" nya.

Anak adalah kuncup yang hanya akan mekar mewangi dengan siraman kasih sayang.

Perilaku-perilaku tersebut tidak lain adalah hasil pergaulan yang tidak sehat, terutama di metropolitan. Hal itulah yang dapat saya tangkap. Intinya kenyataan dibalik sebuah peradaban modern tidaklah semuanya di posisi baik. Namun juga terkadang terdapat kenyataan yang lebih kelam yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Untuk akhirnya, novel ini memberikan banyak pelajaran dibalik tragedi. Endingnya pun membuat saya tercengang meskipun telah menonton filmnya. 8/10 dari saya. Buku ini cocok buat kalian yang suka cerita-cerita thriller psikologis dengan plot twist berlapis! Selamat membaca!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun