Apalagi dengan harga yang cukup lumayan merogoh kocek, pembeli yang datang pun juga sangat terbatas. Tentu saja jika dibandingkan dengan UMKM lainnya seperti usaha kuliner atau toko kelontong yang notabennya adalah kebutuhan pokok, keuntungan dari usaha kerajinan kulit ini tidaklah tetap.
“Kalau usaha seperti ini kan gak pasti. Kadang sebulan hanya ada 3-4 pesanan. Itupun rata-rata orang yang pesan itu orang yang sudah lama menjadi pelanggan kita, atau konsumen yang memang hobi mengoleksi dan memakai kerajinan berbahan kulit. Kalau dari kalangan umum memang jarang. Satu pembeli saja saya sudah bersyukur.”
Dengan adanya wabah baru COVID-19 yang melanda dunia saat ini, masyarakat pun jarang untuk membeli produk-produk yang bukan menjadi kebutuhan pokok mereka. Alhasil menurunnya minat konsumen tersebut mempengaruhi perekonomian dari Nurfian sendiri.
Ia pun harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, serta mencari tambahan uang untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Penurunan penjualan ini pun juga mempengaruhi usahanya dalam membayar hutang yang sudah ada.
Kendati demikian, Nurfian tidak tinggal diam. Penurunan penjualan akibat wabah COVID-19 ini membuatnya akhirnya mencoba langkah baru, yaitu dengan berjualan secara online.
Sekitar awal April 2021, Ia memulai langkah ini secara perlahan. Dengan menggabungkan teknologi e-commerce yang sudah ada saat ini, Nurfian mulai membuka toko di beberapa platform e-commerce. Tak lupa juga Ia membuat akun sosial media seperti Instagram guna mengenalkan produk-produknya secara efektif ke masyarakat luas.
Dalam mengiklankan produknya di internet, Nurfian tidak sendirian. Ia dibantu oleh anak-anaknya yang cukup mengerti tentang hal yang berbau teknologi.
“Saya rasa kalau belanja online ini makin ramai ya semenjak pandemi. Jadi saya tiba-tiba terpikir untuk membuka toko online juga. Tapi saya ini orangnya gaptek. Untuk menggunakan aplikasi sekelas Facebook saja saya kurang paham. Untungnya anak-anak saya bisa. Jadi saya cukup terbantu juga. Bisa dibilang agak terlambat saya membuka online shop, kenapa gak dari dulu.”
Dalam mengiklankan produknya di internet, Nurfian tidak hanya mengutamakan produknya saja, tetapi juga membuat cara agar bagaimana iklan tersebut dapat menarik peminat bagi yang melihatnya. Beberapa aspek juga diperhatikan saat mengiklankan produknya. Mulai dari kualitas foto, pencahayaan, penulisan deskripsi produk, hingga desain grafis pendukung yang menarik.
“Alhamdulillah, gak lama setelah membuka toko online, langsung ada pelanggan pertama. Kemudian secara perlahan konsumen berdatangan. Saya cukup senang dengan adanya e-commerce ini. Lagipula ini kan sedang masa pandemi, jadi dengan sistem online ini kita tidak perlu bertemu dengan konumen secara langsung. Jadi gak perlu capek-capek lagi, bahkan sambil rebahan aja bisa.”