Ternyata MAF juga beroperasi di Kalimantan. Mereka mulai melayani penerbangan dari Tarakan ke pedalaman Kalimantan Utara sejak tahun 1970-an, melayani daerah Apo Kayan dan Krayan. Kantor pusat operasi untuk wilayah Kalimantan berada di Tarakan.
Karena pelayanan mereka sangat dibutuhkan, pada 1995 kantor lain dibuka di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dari sini mereka melayani desa-desa di sepanjang 4 aliran sungai utama serta pelayanan klinik medis di pedalaman.
=000=
Pada sisi lain ada pula penerbangan yang berbasis Gereja Katolik, yakni  Associated Mission Aviation (AMA). Perencanaan untuk membeli pesawat guna dipakai di New Holandia yang kemudian menjadi Irian Jaya, lalu disebut Papua, sudah dilakukan sejak tahun 1935. Ini terkait dengan diijinkannya misi Katolik masuk ke Papua, setelah pulau ini diproteksi oleh pemerintahan Hindia Belanda.
 Akhirnya, pada tanggal 23 Mei 1959, pesawat misi pertama tiba di Sentani [3].
Pada awalnya, pesawat diterbangkan oleh para Pastor  Fransiskan. Beberapa orang dipilih dan dikirim ke luar negeri untuk menekuni bidang penerbangan menjadi pilot maupun teknisi.
Hanya saja, sering terjadi kecelakaan. Dan pilot yang pastor tadi tewas. Sementara untuk menjadi imam bukan perkara gampang. Perlu sekolah minimal 7-10 Â tahun selepas SMA. Dan jika merasa terpanggil, barulah ditahbiskan menjadi imam. Jadi sedikit yang sampai pada tahap itu. Â Maka segera diputuskan agar para imam lebih baik berkonsentrasi saja pada tugas-tugas pengembalaan. Direkrutlah para pilot profesional untuk dipekerjakan .
Pilot profesional pertama AMA dilatih oleh KLM Royal Netherlands Airlines. Ketika pada tahun 1984 AMA merayakan pesta peraknya, Direktur AMA Blommaert memberi catatan sbb:
"Kami telah terbang selama 67 ribu jam, menjangkau 13, 4 juta kilometer, mengantarkan 120 ribu penumpang dan mengangkat kargo seberat 15,5 juta kg."
Itu tahun 1984. Padahal mereka sudah melewati 36 tahun sejak itu. AMA kini sudah 63 tahun berada di Papua.