Apakah kubu Cikeas sudah menghitung kehadiran Nazaruddin di Kubu Moeldoko? Atau menganggap enteng hal tersebut dengan kegagahan luar biasa dengan berlindung dibalik keabsahan dan legalitas? Kenapa kubu Moeldoko seakan mengulur pertarungan di Kemenkumham dan PTUN. Menunggu Kubu Cikeas lengah? Lalu masuk ke KPK?
Jika ramalan Gede Pasek tentang pertarungan Kubu Cikeas dan Moeldoko ini benar-benar terjadi, maka kisruh Partai Demokrat ini akan semakin panjang rentang waktunya. Bukan saja panjang rentang waktu, juga akan menimbulkan kegoncangan baru di kubu Cikeas. Data dan dokumen bisa saja sudah dikirimkan ke para penyidik. Jika sedikit dorongan kekuasaan untuk memeriksa kasus tersebut, maka ini akan menjadi kasus baru yang akan menghebohkan.
Mungkin saja banyak orang menganggap ramalan Gede Pasek ini berlebihan dan sulit, itu bisa saja. Namun sama dengan nyanyian Nazaruddin pertama kali tentang Korupsi Hambalang. Banyak orang mencibir dan banyak tak percaya, namun ujungnya? Banyak penghuni Penjara akibat merdunya nyanyian Nazaruddin.
Apakah akan ada lagi nyanyian baru dan merdu Nazaruddin untuk kubu Cikeas? Atau nyanyian masa lalu yang belum didengar dengan baik oleh KPK? Mungkin dengan sedikit finishing touch Jenderal Moeldoko yang menjabat KSP, nyanyian itu bisa didengar dan bisa menjadi lagu pengantar tidur para calon penghuni penjara Sukamiskin dan penjara lainnya. Selamat menanti dan menonton pertarungan yang akan segera muncul di bioskop panggung politik kita. Coming soon. Tunggu tanggal mainnya. Jangan sampai terlewatkan. Selamat menanti.
Salam hangat
Aldentua Siringoringo.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H