Setelah menandaskan teh manis yang kami pesan dan tenaga juga sudah pulih, kami berpamitan karena waktu juga sudah sore.
Satu hal baru yang saya dapatkan dari beliau adalah bahwa teh tanpa gula bisa menambah stamina untuk naik gunung. Sepertinya bisa dicoba
Pos 2 Ke Base Camp || Jalan Kampung Yang Menyesatkan
Dari Pos 2 ke Base camp sebenarnya tinggal lurus saja, mengikuti jalan kampung yang dilalui saat berangkat. Tapi karena tenaga sudah terkuras, salah satu anggota kami, Mas Eko malah berbelok. Alhasil dia muncul di desa sebelah, untungnya tidak terlalu jauh dan warga sekitar mau menunjukkan jalan kembali ke base camp.
Sebelum pukul 17.00 WIB semua anggota Tim Aspala sudah berkumpul, kecuali 2 orang yang minta ditinggal, posisi saat itu sudah berada di Pos 3 menuju Pos 2, berarti sudah aman. Di Jalur pendakian, sinyal seluler hampir tidak pernah lost, jadi komunikasi tetap bisa dilakukan tanpa menimbulkan salah paham.
Menurut aplikasi Relieve, jarak tempuh tempuhnya 10,5 Km dengan lama perjalanan total 9 Jam 11 menit (berangkat +/-4,5 Jam, Turun +/- 3,5 Jam). Ini merupakan catatan waktu di saya yang menjadi sweeper, bisa dibilang yang paling terakhir datang. Â Untuk rombongan awal, selisih 1 jam lebih cepat baik ketika sampai di Puncak Bayangan, Pawitra maupun saat kembali Basecamp.
Sambil berjalan mundur, memandang Pawitra dari bawah, seakan tidak percaya sudah 2 kali mencapai puncak gunung dengan metode yang sama, Tek Tok.
Saran Saja
Untuk mendaki gunung ini dan gunung lainnya, apalagi jika pengen Tek Tok,ada baiknya sebulan sebelumnya berlatih berjalan kaki, lebih baik jika naik turun tangga. Latih pula kelenturan kaki, mengingat jalurnya yang ekstrem.
Jika sakit atau masa penyembuhan, Tunda saja sampai tubuh fit kembali. -- jangan seperti saya, naik gunung ini masih flu dan batuk. Tubuh menjadi bingung memberikan respon nafas ngos-ngosan karena capek, hidung tersumbat atau pengen batuk, kasian otak kita, yang tujuannya pengen refreshing malah jadi mikir.
Walaupun tek tok, sebaiknya tetap membawa senter. Juga usahakan berangkat start dari basecamp sepagi mungkin, agar ketika melalui jalan terjal selepas puncak bayangan tidak siang,- seperti kami yang ketika Adzan Dhuhur sedang berada di tengah-tengah jalur terjal tersebut.
Tetap bawa pulang sampahmu, walaupun hanya puntung rokok.