Kegagalan tersebut bisa berbentuk nilai tambah yang tidak optimal, pertumbuhan nilai investasi yang lebih lambat dari prediksi awal, atau malah mengalami kerugian. Oleh sebab itu, pemilihan investasi harus didasarkan pada pertimbangan toleransi yang bisa kita terima sebagai pelaku investasi.Â
Pada tulisan ini, saya akan mengurutkan 5 jenis investasi yang cocok bagi generasi masa kini. Urutannya didasarkan pada risiko yang minimal sampai dengan risiko yang lebih besar.
1. Pertama, deposito berjangka
Investasi berjangka jelas akan mendatangkan bunga simpanan yang lebih baik daripada tabungan biasa. Investasi ini juga dipilih berdasarkan jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau jangka panjang.
Jika tingkat toleransi dalam hal kebutuhan dana sangat singkat, maka pilihan jangka waktu singkat bisa dipilih. Jika toleransi penggunaan dana lebih panjang, maka investor bisa memilih jangka panjang dan bahkan memilih perpanjangan investasi otomatis.Â
2. Kedua, tabungan emas
Daripada membeli emas dalam bentuk fisik, sekarang tersedia investasi emas dalam bentuk tabungan emas. Tabungan ini di Indonesia dikeluarkan oleh Pegadaian. Investor dapat membeli jumlah emas yang diinginkan dengan uang dan tabungannya dicatat dalam bentuk jumlah emas yang dimiliki. Tentu saja pada saat uang tunai diperlukan, jumlah emas yang dimiliki juga dapat dicairkan.
3. Membeli tanah atau tanah dan bangunan
Tanah yang telah dibeli dapat dijual kembali saat harganya baik atau dibangun jika sudah memiliki dana lebih. Bangunan pada tanah juga dapat disewakan atau dibuat kos-kosan. Bangunan yang dapat dijadikan investasi pada masa sekarang juga sangat beragam, tidak hanya berbentuk rumah biasa, tetapi bisa juga berupa vila dan apartemen.
4. Saham
Jika toleransi investor terhadap risiko cukup tinggi, maka saham dapat menjadi pilihan. Melalui investasi saham, pelaku investasi memiliki peluang untuk memperoleh nilai tambah dari kenaikan harga sama. Namun, perlu diingat juga bahwa harga saham juga bisa saja memburuk suatu saat dan investor bisa saja kehilangan seluruh nilai investasinya.
Oleh sebab itu, investasi saham memerlukan pengetahuan, kecermatan, dan juga tindakan cepat dalam mengakuisisi atau melepas saham yang dimiliki.Â
5. Penanaman modal langsung
Ini dapat dilakukan pada usaha yang dilakukan oleh orang lain atau memberikan pinjaman usaha juga dapat dijadikan sebagai pilihan. Dalam peminjaman modal usaha dapat dibuat perjanjian mengenai pengembalian nilai pinjaman beserta sistem pembagian keuntungan, serta tingkat pertanggungan risiko dari peminjam dan yang dipinjami.
Tentu saja, investasi ini jelas memiliki risiko yang sangat tinggi. Jika usaha gagal atau pihak peminjam melakukan wan prestasi, pihak yang meminjamkan bisa saja kehilangan seluruh nilai investasinya.Â
Dalam melakukan investasi, salah satu prinsip utama adalah tidak melakukan invetasi hanya pada satu jenis pilihan. Jika terdapat dana investasi yang cukup besar, maka investasi perlu dilakukan pada beberapa instrumen secara bersamaan. Tujuannya adalah untuk mengurangi besarnya risiko yang akan ditanggung.