Beberapa lembaga fatwa dan ulama kontemporer juga memberikan pandangan terkait hal ini:
Syaikh Yusuf Al-Qaradawi:
Beliau membolehkan seorang Muslim mengucapkan selamat Natal kepada non-Muslim selama ucapan tersebut tidak mengandung pengakuan terhadap keyakinan mereka. Menurut beliau, ucapan tersebut adalah bagian dari menjaga hubungan sosial.Majelis Ulama Indonesia (MUI):
Dalam fatwanya, MUI menegaskan bahwa mengucapkan selamat Natal diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan akidah Islam.
Sebagai seorang muslim sarannya adalah untuk tidak mengucapakan selamat dalam hari raya mereka. Sebagaimana yang kita ketahui mengucapkan selamat natal sama saja mengatakan selamat Allah punya anak, baik itu diyakini atau tidak. Bagaimana bisa seorang muslim berani mengatakan Allah punya anak? itu kalimat yang sangat berat. Dalam surah al-Ikhlas disebutkan "tidak beranak dan tidak diperanakan" Tidak boleh Allah subhanahu wa ta'ala dipersekutukan dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan Allah subhanahu wa ta'ala telah mengkafirkan orang-orang nasrani dalam surah Al-Maidah ayat 73. Dengan itu, jika ingin menjaga hubungan dengan orang non-muslim cukup dengan berteman, bertetangga, partner bisnis, membantu orang miskin mereka, dan jika kerabat-kerabat atau orang tua kita yang masih seorang non-muslim maka dengan bersilaturahim dengan mereka, tetap berbakti kepadanya dan tetap menjenguk apabila mereka sakit maka ini yang boleh.
Oleh karena itu, Â sebagai seorang Muslim, kita dianjurkan untuk memahami konteks dan niat di balik tindakan kita. Jika merasa ragu, ada baiknya untuk:
Menggunakan ucapan yang bersifat umum, seperti "Selamat menikmati liburan" atau "Semoga damai dan kebahagiaan selalu menyertai Anda."
Menjaga hubungan baik tanpa mengorbankan keyakinan pribadi.
Menghormati keputusan pribadi Muslim lainnya, karena ini adalah wilayah ijtihad yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.
Islam adalah agama rahmatan lil alamin, yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Dalam berinteraksi dengan siapa pun, prinsip utama yang harus dijaga adalah akhlak mulia, toleransi, dan menghormati keyakinan orang lain tanpa mengorbankan akidah. Dengan memahami ini, kita bisa menjalani hidup bermasyarakat dengan lebih damai dan saling menghargai.
wallahu a'lam.