Gerindra sudah melakukan kerjasama Politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meski Cawapresnya sudah di pasrahkan kepada Prabowo Subianto, sementara partai Penguasa PDI-P masih belum kunjung berkoalisi dan berdeklarasi.
Jika Anies Gagal Nyapres, Siapa Pesaing Terkuat Prabowo ?
Apakah Prabowo akan melawan kotak kosong ? Jelas tidak mungkin, kerena erat kaitannya dengan regulasi dan peraturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam konstek ini jelas KPU akan menolak calon tunggal dari partai politik atau gabungan partai politi yang sudah memenuhi sayarat ambang batas presidential Treshold.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Dalam Pasal 229 ayat (2) huruf a Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu.
"KPU menolak pendaftaran Pasangan Calon dalam hal: a. pendaftaran satu Pasangan Calon diajukan oleh gabungan dari seluruh partai politik peserta Pemilu," bunyi pasal 229 ayat (2) huruf a"
Sudah sangat jelas aturan perundang-undangan yang mengatur sistem pemilu di negara yang kita cintai ini, tetap akan menolak pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung dari salah satu partai atau gabungan partai yang bersifat tunggal.
Artinya calon tunggal tidak bisa berkontestasi pada pemilu 2024, karena akan menabrak aturan yang sudah ditetapkan.
Anies dan partai koalisi memang menunda untuk deklarasi, namun bukan lantas menyebabakan gagalnya Anies untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden.
Persoalan yang mendasar masih terjadinya tarik ulur kepentingan yang cukup kuat dimasing-masing partai politik yang menamakan diri sebagai koalisi perubahan tersebut belum kunjung selesai, atau memang ada kemungkina ditundanya deklarasi adalah sebagian dari skenario untuk melihat pergerakan lawan.
Penulis kira jika Anies Gagal Nyapres sekalipun, dalam dinamika politik, tidak kekurangan stock calon pemimpin yang siap untuk bersaing pada pemilu yang akan datang.