"Kebijakan pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi tidak lain agar jenis BBM yang satu ini bisa terdistribusi pada konsumen dengan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat dengan ekomomi tingkat menengah kebawah"
Kebijakan akan pembatasan pembelian BBM Bersubsidi yang hendak diterapkan oleh pemerintah ini memang cukup layak mendapatkan apresiasi, tetapi proses pembelian berdasarkan aplikasi Mypertamina ini, masih cukup membingungkan, terutama bagi masyarakat Awam yang belum terbiasa dengan aplikasi.
Maksud dan tujuan memang tidak lain supaya masyarakat belajar dan supaya tertib administrasi, sehingga pelanggan atau calon pelanggan terlebih dahulu harus mendaftarkan diri di Aplikasi subsiditepat.mypertamina.id
Proses pendaftarannya pun cukup mudah, hanya mendaftarkan nama lengkap, dan NIK yang tertera di KTP, sehingga pelanggan pun tidak bisa lagi berulang - ulang untuk membeli BBM yang bersubsidi ini.
Baca juga :Â BBM Subsidi Jenis Pertalite Mulai Diberlakukan Pada 1 Juli untuk Tahap Pertama
Di Beberapa daerah BBM bersubsidi yakni jenis pertalite sudah mulai dikosongkan, meski yang masih menjadi uji coba hanya 11 kabupaten kota, per 1 Juli ini.
Tetapi tahapan demi tahapan pun kebijakan ini sepertinya masyarakat sudah mulai terbiasa membeli pertalite melalui aplikasi dengan cara mendaftarkan diri di Aplikasi Mypertamina yang terhubung dengan aplikasi linkaja sebagai tempat untuk melakukan transaksi digital.
Si Hijau BBM Jenis Pertalite yang sudah di subsidi oleh pemerintah memang menjadi buruan masyarakat, pasalnya harganya cukup murah di bandingkan dengan jenis BBM lainnya.
Tetapi hari ini Si Hijau yang menjadi buruan, justru sudah banyak tidak ada di SPBU, bahkan rakyat kecil pun harus putar arah membeli BBM jenis lainny yang non subsidi.
Baca Juga :Â Rencana Pemerintah terhadap Pembatasan Pembelian (BBM) Jenis Pertalite akan Segera Diterapkan
Pembatasan pembelian BBM Bersubsidi ini memang sudah dinilai tepat, di samping sebagai sebuah upaya supaya terdistribusi tepat sasaran, juga sebagai upaya untuk tertib secara administratif, mengapa demikian, karena ruang di gitalisasi akan bekerja dengan sportif. Artinya pelanggan pun tidak bisa berulang-ulang membeli BBM bersubsidi, sebab akan diatur oleh sistem aplikasi.
Sekedar analisa oleh penulis mengenai kebijakan yang hendak di berlakukan oleh pemerintah ini yakni :Â
1. Sebagai upaya pemerataan pembelian BBM Bersubsidi
Untuk melakukan pemerataan pembelian BBM Bersubsidi ini, masyarakat atau pelanggan BBM Bersubsidi sudah harus mendaftarkan diri di Aplikasi Mypertamina, sebagai data base, bahwa ada sistem dan aturan main yang harus di patuhi oleh pelanggan, dmeskipun model pembelian BBM bersubsidi ini ada dua skenario yang hendak diterapkan, yakni pembelian secara tunai maupun non tunai.
Dengan begitu diharapkan dengan semakin canggihnya digitalisasi ini, diharapkan masyarakat akan terbiasa melakukan transaksi melalui smartpone, sehingga akan lebih memudahkan pelanggan dengan sistem jatah yang akan diterapkan oleh pemerintah.
Memang tidak bisa kita pungkiri saat ini, ada banyak spekulasi dan penolakan atas sistem yang hendak diterapakan, pasalnya pasti akan sangat berdampak begitu besar, terutama bagi para pengusaha-pengusaha kelas kakap, yang semestinya beli BBM Bersubsidi, karena ada pembatasan pembelian harus beralih pada BBM yang non subsidi.
2. Bekerja dengan sistem Digitalisasi, sehingga akan memudahkan pelaporan secara administratif
Tentu saja kebijakan yang hendak diterapkan ini, tidak lain sudah di godok secara matang yang kemudian hendak diterapkan pada masyarakat secara luas.
Meski tidak bisa kita pungkiri, pastinya akan ada resiko yang harus dihadapi, baik oleh pemerintah itu sendiri maupun oleh masyarakat secara umum.
Dengan melakukan pembelian BBM Bersubsidi dengan sistem aplikasi, tentu harapan pemerintah akan sangat mudah untuk melakukan kontrol dan pengawasan terhadap sirkulasi pembelian dan penjualan BBM Bersubsidi ini.
Melakukan pembelian dengan aplikasi Mypertamina ini, pelanggan BBM yang bersubsidi pun pastinya akan dibatasi, supaya pelanggan juga tertib dalam melakukan pembelian, karen yang pasti data sudah menjadi satu dan terpadu di aplikasi Mypertamina.
3. Si Hijau Menjadi Buah Bibir Masyarakat kelas menengah kebawah
Si hijau itu tidak lain adalah BBM jenis pertalite yang bersubsidi, sehingga harganya jauh lebih murah dari jenis BBM Lainnya.
Disamping menjadi buruan para pelanggannya karena relatif lebih murah, si hijau Ini harus di dapatkan dengan cara mendaftarkan diri di Aplikasi Mypertamina.
Kini keberadaan si hijau ini, menjadi cukup viral tidak hanya di media sosial, namun juga di dunia nyata, pasalnya si hijau telah berubah menjadi bahan seksi yang banyak di butuhkan oleh orang.
Keberadaan si Hijau ini memang dalam beberapa pekan ini menjadi buruan oleh pelanggan, bahkan pelanggan rela berpanas-panasan menunggu giliran untuk mendapatkannya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI