Masyarakat telah menggaungkan menyerah terhadap kondisi ini, jika pemerintah melanjutkan perpanjangan PPKM darurat, bukankah akan memicu keresahan dan nekatnya masyarakat untuk tidak mematuhinya, mengingat kebutuhan akan isi perut menjadi jauh lebih penting.
Adakah solusi yang lebih efektif, Jika PPKM Darurat tidak di perpanjang?
Kondisi Pandemi ini memang dalam ruang dilematis, tidak hanya masyarakatnya yang kelimpungan, namun pemerintahnya juga tertekan dengan kondisi yang serba sulit ini.
Berakhirnya PPKM Darurat hari ini (Selasa, 20/07/21), menjadi suatu pertimbangan bagi pemerintah, apakah PPKM darurat kembali diperpanjang dengan tetap dirumah saja, atau PPKM darurat di cukupkan hari ini dengan melonggarkan kegiatan masyarakat.
Jika kondisi semakin mereda dan membaik, dan masyarakat terpapar covid semakin rendah, maka PPKM darurat, kami kira tidak perlu di perpanjang mengingat dampak perekonomian yang menurun drastis selama PPKM darurat ini berlangsung.
Dari fenomena berkibarnya bendera putih sebagai simbol menyerah terhadap keaadaan ini, tentu menjadi bahan evaluasi, serta menjadi buah pertimbangan bagi pemerintah untuk membuat strategi baru, dan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi dengan membuat kebijakan skala prioritas.
Bendera Putih Simbol Setengah MatiÂ
Seperti sudah tidak peduli dengan pandemi covid 19, karena ekonomi yang melilit, serta perut yang keroncongan karena didera rasa lapar, bendera putih pun terpasang sebagai simbol setengah dari kematian.
Salah satu protes yang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan memasang bendera putih di rumah, jalan-jalan, di tempat pertokoan, bahkan perhotelan pun mulai ikut serta memasang bendera putih ini.