Mohon tunggu...
Akhmad Sugiarto
Akhmad Sugiarto Mohon Tunggu... guru IPA MTsN Batu

Guru IPA yang senang berpetuangan dg tantangan baru dan integrasi ke berbagai bidang

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Deep Learning dan Sulap Reaksi Kimia Dalam Pembelajaran IPA

27 Januari 2025   20:31 Diperbarui: 27 Januari 2025   21:01 2054
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dunia pendidikan meminta pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi pada bagaimana siswa memahami, mengaplikasikan, dan mampu mengintegrasikan konsep-konsep pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan inovatif kreatif yang dapat mendukung tujuan ini adalah deep learning, yakni pendekatan pembelajaran yang mengutamakan pemahaman mendalam melalui kesadaran penuh (mindful), pembelajaran bermakna (meaningful), dan suasana menyenangkan (joyful).
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) bisa dilakukan dengan eksperimen yang dikemas dalam permainan sulap menjadi alat pedagogis yang efektif. Eksperimen ini tidak hanya membangun rasa ingin tahu siswa, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Artikel ini akan membahas konsep deep learning dalam konteks pembelajaran sulap reaksi kimia untuk siswa kelas 9 MTsN Batu, yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Januari 2025.


Deep learning melibatkan proses pembelajaran siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga menghubungkannya dengan konsep lain, menjadikannya relevan dengan kehidupan nyata, dan memanfaatkan pembelajaran tersebut untuk memecahkan masalah. Dalam pendekatan ini, tiga komponen utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyful learning, menjadi fondasi penting:


1.Mindful Learning: Kesadaran penuh dalam proses pembelajaran menekankan keterlibatan siswa secara aktif dan fokus. Dalam eksperimen sulap reaksi kimia, siswa harus memahami langkah-langkah percobaan, risiko, dan mekanisme kimia yang terjadi. Hal ini melatih perhatian mereka pada detail dan kemampuan berpikir kritis.


2.Meaningful Learning: Pembelajaran menjadi bermakna ketika siswa melihat relevansi konsep kimia dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, menciptakan cairan pembersih lantai dari campuran asam sitrat dan cairan pembersih lainnya menunjukkan bagaimana reaksi kimia dapat membantu memecahkan masalah praktis dalam kehidupan.


3.Joyful Learning: Suasana belajar yang menyenangkan meningkatkan motivasi dan minat siswa. Eksperimen seperti "memegang api tanpa terluka" atau membersihkan kerak porselen dengan larutan kimia dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang, dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
Implementasi Pembelajaran Sulap Reaksi Kimia


Kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini, siswa diajak untuk melakukan dua eksperimen utama, yaitu:
1.Membuat Pembersih Lantai. Siswa mencampurkan asam sitrat (citric acid) dengan pembersih porselen (seperti cairan vanis). Hasil campuran ini digunakan untuk membersihkan kerak di area tempat wudhu. Proyek ini mengajarkan siswa tentang sifat asam dalam melarutkan kotoran di porselin.
2.Eksperimen "Memegang Api. Siswa menggunakan campuran air, sabun cuci piring, dan gas portable untuk menghasilkan gelembung gas yang dapat terbakar. Guru memberikan contoh selanjutnya siswa diberi kesempatan "memegang api" tanpa rasa takut, yang membangkitkan keberanian dan rasa ingin tahu mereka terhadap prinsip kimia di balik fenomena tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan di luar kelas untuk menciptakan suasana belajar yang berbeda, sekaligus memberikan ruang eksplorasi yang lebih bebas. Setiap kelompok siswa diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan langkah-langkah percobaan, pertanyaan reflektif, dan ruang untuk mencatat hasil pengamatan.


Menghubungkan Deep Learning dengan Pembelajaran Kimia

1. Komponen Mindful Learning. Eksperimen ini, melatih siswa untuk tetap fokus dan berhati-hati. Proses pencampuran bahan kimia membutuhkan perhatian penuh, terutama karena ada risiko jika bahan tidak digunakan dengan benar. Siswa juga diajak untuk memprediksi hasil reaksi kimia, mengevaluasi hasil pengamatan, dan mendiskusikan mengapa hasilnya sesuai atau tidak sesuai dengan hipotesis awal mereka.

2. Komponen Meaningful Learning. Eksperimen ini memberikan siswa pemahaman bahwa reaksi kimia memiliki aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyata seperti membersihkan tempat wudhu dan memahami cara kerja larutan asam menjadi pelajaran bermakna yang membuat ilmu kimia terasa relevan. Siswa juga diajak untuk berpikir tentang bagaimana ilmu kimia dapat digunakan untuk menciptakan solusi ramah lingkungan dalam skala yang lebih luas.

3. Komponen Joyful Learning. Penggunaan "sulap kimia" dalam pembelajaran menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Momen siswa melihat kerak porselen yang menghilang seketika atau memegang api tanpa terbakar dan terluka menjadi pengalaman yang memicu kegembiraan sekaligus rasa ingin tahu lebih dalam. Pengalaman ini meningkatkan motivasi intrinsik siswa dan membuat mereka lebih terbuka terhadap pembelajaran lanjutan di bidang sains. https://vt.tiktok.com/ZS6nttkTc/ 


Hikmah dan Nilai Karakter dalam Pembelajaran
Aspek ilmiah dalam pembelajaran ini berjalan, dan terdapat nilai-nilai karakter siswa, seperti:
1.Ketelitian dan Kesabaran. Proses eksperimen membutuhkan ketelitian dalam mencampurkan bahan dengan takaran yang benar. Kesalahan kecil dapat mengubah hasil, sehingga siswa diajarkan untuk sabar dan teliti.
2.Keberanian dan Kepercayaan Diri. Ekspirimen memegang api, mengajak siswa untuk menghadapi ketakutan mereka dengan cara yang aman dan terarah. Hal ini membantu membangun rasa percaya diri mereka.
3.Kolaborasi dan Komunikasi. Eksperimen dilakukan dalam kelompok, siswa belajar untuk bekerja sama, berbagi tugas, dan mendiskusikan hasil secara bersama-sama.
4.Ketakwaan. Pembelajaran ini juga memberikan ruang refleksi kepada siswa untuk memahami bahwa fenomena alam yang menakjubkan merupakan bukti kebesaran Allah SWT.
Penutup
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran kimia, khususnya melalui eksperimen berbasis sulap, merupakan inovasi yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penggabungkan komponen mindful, meaningful, dan joyful learning, siswa tidak hanya belajar ilmu kimia secara teoritis tetapi juga memahami aplikasinya dalam kehidupan nyata, sambil menikmati proses belajar yang menyenangkan.
Pengalaman ini memberikan kontribusi positif dalam membangun keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan berpikir kritis. Lebih jauh, pembelajaran ini juga menanamkan nilai-nilai karakter yang penting untuk kehidupan siswa di masa depan.
Pembelajaran berbasis eksperimen seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk membangun pemahaman mendalam siswa, yang tidak hanya relevan di kelas, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan.


Profil Akhmad Sugiarto, S.Si, M.Pd
Akhmad Sugiarto, S.Si, M.Pd, lahir di Pamekasan pada 13 Mei 1980. Seorang guru IPA di MTsN Batu. Sebagai pendidik yang berkomitmen tinggi terhadap kemajuan pendidikan, beliau memiliki semangat inovasi dan dedikasi dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna. Guru lulusan Fisika UM ini selain aktiv di organisasi MGMP IPA Kota, Propinsi maupun nasional namun juga di MUI Kota Batu dan Penyuluh anti Korupsi KPK. P. Sugi pernah mendapatkan penghargaan dari wali kota Batu berkat tulisan dan laporan mengajarnya dalam pembuatan ecoenzym dalam mengatasi sampah di di kota Batu. Selain aktiv di masyarakat pak sugi juga aktiv di dunia literasi baik baca tulis, literasi digital dan literasi sains. Literasi inilah yang menjadikan orang lain meminta untuk mengisi acara baik di TV, Radio, mengisi training di Bali, Banyuwangi, Ngawi, Madiun, Jombang, Kediri, Jakarta, tentunya Malang dan Batu. Bidang tulis menulis P. Sugi sudah memiliki 7 buku antologi dan 3 buku solo, sedangkan di media massa tulisannya pernah dimuat di jurnal Pendidikan, isnpirasi Pendidikan, mimbar Kemenang dan Jurnal madaris dan UIN Imam Bonjol Padang. Tulisan lepasnya ada di Kompasiana https://www.kompasiana.com/akhmad09004 dan Blog pribadinya sugikaya1980.blogspot.com  sudah puluhan, bahkan didunia tutorial pembelajaran di cannel youtubenya Sugikaya sudah memiliki lebih dari 1000 subcriber.
Profil ini menunjukkan bahwa Akhmad Sugiarto, S.Si, M.Pd, adalah seorang guru inspiratif, inovatif, dan berdedikasi tinggi dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif menyenangkan dan berliterasi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun