Kemarin malam saya melihat banyak sekali ucapan selamat dan terima kasih yang disampaikan melalui media sosial dari seorang anak kepada ibunya. Siapa yang tidak mengetahui? Tanggal 22 Desember merupakan hari yang penuh makna, diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia.
Selamat Hari Ibu, terima kasih Ibu, maafkan aku, Ibu. Kata-kata seperti itu berseliweran di media sosial. Namun, saya sendiri lupa mengucapkan selamat kepada ibu saya. Ketika mengingatnya, sudah hampir jam setengah sebelas malam.
Ya, walaupun terlambat dan tidak direspon, saya tetap mengucapkannya di malam hari. Selamat Hari Ibu, Eyang Uti. Ibu yang dulu menjadi ibu dari empat orang anak, kini telah menjadi eyang atau nenek dari tiga orang cucu laki-laki yang super imut dan lucu.
Ibu Bukan Wonder Woman
Banyak orang yang memberikan label wonder woman, ibu serba bisa, multitasking, padahal ibu cuma seorang manusia biasa. Ibu bisa merasa sedih, kecewa, dan wajar apabila pernah marah. Ibu juga dapat merasa lelah, dan memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga setelah bekerja, baik itu sebagai ibu rumah tangga, maupun ibu pekerja.
Ibu hanya seorang manusia biasa. Ibu bisa karena belajar, bisa karena terbiasa melakukan kegiatan rumah tangga setiap hari. Bukan seorang wonder woman yang memiliki kekuatan super.
Kekuatan dan ketangguhan yang dimiliki seorang ibu ada karena keinginannya untuk melindungi anak. Kecepatan dan ketelitian yang dimiliki seorang ibu ada untuk memastikan segala kebutuhan keluarga terpenuhi.
Ibu memasak di rumah untuk memastikan ayah dan anak mendapatkan makanan bergizi. Ibu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga agar rumah untuk berteduh keluarga terawat dengan baik. Agar rumah menjadi tempat ternyaman saat pulang. Ibu memberikan kasih sayang dan perhatian agar keluarga bahagia.
Semua yang dilakukan ibu hari ini, dulu mungkin tidak ada dalam bayangan. Ibu dulu juga seorang anak, sama seperti kamu. Yang selalu mendapatkan perhatian, kasih sayang, selalu disiapkan makanan, dan selalu memanggil ibu saat membutuhkan sesuatu.
Setelah dewasa, perempuan harus belajar menjadi seorang ibu. Belajar memasak, belajar mengurus anak, belajar mengurus rumah, dan belajar memahami segala hal, termasuk memberikan pendidikan yang baik agar anak kelak menjadi orang yang bermanfaat.