Keempat, jangan mudah terpengaruh, melakukan sesuatu yang tidak kamu ketahui. Nah, ini sangat penting. Kadang kita merasa iba, saat seseorang menghubungi kita meminta bantuan, atau membicarakan sesuatu yang membuat kita terpengaruh pikirannya. Penipu mempengaruhi kita bisa saja melalui rasa iba dan rasa panik. Baiknya, kita bertanya dahulu pada orang yang lebih paham agar tidak salah langkah.
Kelima, buatlah kata sandi atau password yang unik dan kuat. Kemudian, secara berkala, ganti kata sandi. Tetap pastikan kamu mengingat kata sandi itu, agar tak kesulitan saat melakukan transaksi atau masuk aplikasi digital.
Keenam, jangan sering gunakan Wi-Fi publik saat melakukan sesuatu yang berhubungan dengan keuangan atau aplikasi sensitif berhubungan dengan data pribadi di laptop atau handphone. Jika tidak mendesak, lebih disarankan menggunakan kuota data pribadi. Beli kuota secukupnya, yang penting aman.
Ketujuh, pastikan tidak ada data pribadi penting yang dimasukkan ke media sosial. Orang bisa saja melakukan sesuatu menggunakan data pribadi kita.
Kedelapan, seringlah menghapus histori pencarian di komputer atau laptop umum yang kamu gunakan. Misalnya, warnet, komputer umum kampus, atau laptop milik sekolah yang disediakan bagi pelajar.
Itulah tips agar data pribadimu aman. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang bisa jaga data pribadi kita? Pentingnya jaga data pribadi menjadi urgensi yang wajib disadari semua orang!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H