Mohon tunggu...
Ai QurotulAin
Ai QurotulAin Mohon Tunggu... Penulis - IRT, Olshop, Penulis

An Ordinary Mama dari 2R

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Untukmu Buah Hatiku, Bukan Buku Parenting.

3 September 2020   00:12 Diperbarui: 3 September 2020   00:17 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Rasanya tak berlebihan bukan, kalau saya menyebutnya ini bukan buku parenting?

Kelebihan buku ini adalah menggunakan bahasa sederhana, mudah dimengerti, bahkan oleh yang tidak suka membaca sekalipun. Bisa dibaca oleh lintas generasi. Dari anak-anak, sampai dewasa, adalah salah satu kelebihan buku ini. Setidaknya, itu yang dikatakan pembeli, yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan testimoni.


Dokpri
Dokpri

Dokpri
Dokpri

Saya tidak mau lebai dengan menuliskan banyak diksi level tinggi, agar terlihat hebat sebagai penulis. Selain memang ilmunya belum sampai ke sana, saya tidak mau buku ini menjadi berbeda. 

Bahasa saya yang lugas, minim kiasan, sangat nampak dengan pilihan tulisan non fiksinya. Memang, itu lah akhirnya yang saya sadari sebagai branding diri. Penulis non-fiksi, tema keluarga. Design cover yang menarik, memilih warna kalem tapi tetap menampilkan keceriaan, juga isi buku yang dibuat full colour meski cetaknya hitam putih, membuat buku ini tidak membosankan untuk dibaca secara tampilan.

Saya menyadari, bahwa tidak ada gading yang tak retak. Karena kesempurnaan hanya milik Allah, maka dalam buku ini pun, masih terdapat kekurangan di sana sini, yang menjadi catatan penting, dalam karir dunia kepenulisan saya.


Selain itu, akan saya jadikan pelajaran untuk pembuatan buku berikutnya.

Karena saya memilih cetak dengan penerbit indi, juga memilih untuk mengedit sendiri buku ini, terdapat beberapa kesalahan ejaan, juga typo didalamnya. Saya yang masih belum paham betul semua penulisan diksi yang sesuai KBBI, saat itu. Selain itu, belum terlalu mengerti teknik showing dan telling dalam cerita, membuat cerita ini tidak dipoles banyak. Benar-benar apa adanya, sesuai dengan style saya.

Tetapi bagaimana pun saya bangga, karena ini adalah buku solo pertama. Ditulis dari hati, semua kisah nyata saya dan anak-anak, saya tulis begitu detail. Bahkan, beberapa teman ada yang menitikkan air mata, karena merasakan apa yang saya rasakan saat itu, melalui untaian kata demi kata yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun