Salah satu permainan yang sering saya mainkan adalah membuat lingkaran-lingkaran.Â
Jadi nantinya cowok dan cewek saya pisah untuk membuat lingkaran sendiri-sendiri, nah setelah itu, kita bernyanyi sambil berjalan melingkar dilingkarannya mereka masing-masing, kita bernyanyi mulai lagu-lagu islami, sholawat, sampai dengan nama-nama Nabi yang dilagukan.Â
Kemudian saya kasih komando untuk membuat lingkaran kecil yang jumlahnya saya tentukan, dan nantinya apabila ada yang tidak mendapatkan teman untuk membuat lingkaran, maka sudah bisa dikatan kalah dan akan mendapatkan hukuman.
Berbeda lagi dengan rentan usia yang sudah SMP atau SMA, dimana mereka sudah mengaji Al Qur'an, bukan IQRO' lagi, setelah mengaji biasanya saya selau bercerita yang selalu saya selipkan humor sesuai dengan tren dimasanya atau gossip-gosip yang sedang ramai dibicarakan oleh mereka,Â
yang kemudian saya padukan dengan beberapa maksud dari isi kandungan ayat di Dalam Al Qur'an, jadi tidak heran bahwasanya mereka juga aktif bertannya sambil guyonan atau malah terkadang sampai debat dengan temannya sendiri.
Itulah sedikit pengalaman saya ketika masih ngajar dulu, walaupun keadannya mungkin berbeda dengan apa yang dirasaain teman-teman saya.Â
Akan tetapi, semua itu sebenarnya sama saja, asalkan saja kita bisa akrab dengan mereka, kita tau karakter dari masing-masing mereka, jadi nantinya dalam proses belajar mengajar jadi terasa lebih hidup dan menyenangkan serta tidak menutup kemungkinan nantinya akan bisa menjadi guru idaman. Kenapa tidak ?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI